Ratusan Spesies Kumbang Dinamai dari Buku Telepon

Kompas.com - 01/04/2013, 17:21 WIB
Editoryunan

KOMPAS.com — Ratusan spesies baru kumbang terbang yang termasuk superfamili Curculionoide ditemukan di kawasan hutan hujan tropis bagian dari Pegunungan Cyclops, Papua. Fisiologi yang hampir serupa tetapi berbeda menjadi masalah tersendiri bagi para ilmuwan.

Pemberian nama 101 jenis kumbang baru yang ditemukan, seperti Trigonopterus viridescens, mempertimbangkan beberapa hal seperti ciri fisik dan lokasi temuan. Namun, para ilmuwan menyadari jika proses pemberian nama tersebut dilakukan dengan cara manual akan menghabiskan waktu lama.

Atas dasar alasan tersebut, ahli entomologi Jerman, Alexander Riedel dari German Natural History Museum Karlsruhe, dan Michael Balke dari Zoological State Collection di Munich, beralih menggunakan buku telepon untuk memberikan label bagi semua spesies baru kumbang yang ditemukan. Hasil temuannya ini telah dimasukkan ke jurnal Zookeys pada 27 Maret lalu.

Selain itu mereka juga mengambil foto spesies yang akan digunakan sebagai database online, yang mereka sebut dengan "Spesies ID" —layaknya Wikipedia yang digunakan untuk mengatalogisasi keanekaragaman hayati.

"Lebih dari 100 spesies menjadi sumber bagi ilmu pengetahuan dan perhatian publik dengan menggunakan cara baru ini, lima kali lebih cepat dibandingkan menggunakan teknik tradisional," kata Riedel.

Untuk metode labelisasi cepat, Riedel dan rekannya memilih menggunakan nama keluarga lokal atau marga dari daftar buku telepon di Papua.

Penamaan spesies dengan menggunakan nama orang bukanlah hal yang baru. Sebut saja Scaptia (Plinthina) beyonceae yang terilhami dari diva pop, Beyoncé. Kemudian dua spesies baru lumut dan spesies laba-laba yang menggunakan nama Presiden Barack Obama dan crustacea Karibia yang menggunakan nama Bob Marley.

Yang terbaru adalah spesies tawon parasit mematikan yang dinamai Beatrix Kiddo--tokoh pahlawan yang dperankan Uma Thurman dalam film Kill Bill.

"Nama spesies ini akan terus digunakan dalam ratusan tahun ke depan. Saya ragu jika menggunakan nama selebriti apakah masih memiliki makna yang sama. Saya rasa spesies yang ditemukan di area tertentu harus memiliki keterkaitan dengan masyarakat setempat. Buku telepon merupakan acuan yang baik untuk menemukan nama-nama yang potensial," kata Riedel. (Umi Rasmi/National Geographic Indonesia)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X