Kompas.com - 27/03/2013, 11:08 WIB
|
Editoryunan

TEXAS, KOMPAS.com — Jika Anda penyuka novel dan film Harry Potter, mungkin Anda sudah tidak asing dengan jubah yang bisa membuat Harry Potter "menghilang". Kini, jubah tersebut tidak cuma menjadi khayalan. Tim peneliti University of Texas di Austin menciptakan jubah tersebut.

Jubah ciptaan Andrea Lu bisa membuat benda menjadi tak tampak meski baru bisa diaplikasikan pada cahaya gelombang mikro.

Jubah tembus pandang itu dibuat dari material baru yang disebut metascreen. Material dibuat dari pita tembaga setebal 66 mikrometer yang dipasangkan pada selaput polikarbonat fleksibel setebal 100 mikrometer. Keduanya dikombinasikan dalam pola diagonal seperti jaring ikan.

Sebelumnya, jubah macam ini diciptakan dengan teknik "bulk metamaterial", membengkokkan cahaya di sekitar obyek sehingga tak dipantulkan.

Jubah yang diciptakan Alu dan koleganya menggunakan teknik yang berbeda, yang disebut mantle cloaking. Teknik ini akan menghapus gelombang cahaya yang memantul pada obyek yang dilindungi sehingga gelombang cahaya tersebut tidak ada yang bisa mencapai mata observer.

"Saat medan cahaya yang terpencar dai jubah dan obyek terganggu, mereka akan saling menghapus satu sama lain dan efeknya adalah transparansi dan tembus pandang dari semua sudut pengamatan," kata Alu dalam pernyataannya yang dikutip Livescience, Senin (25/3/2013).

Untuk membuktikan kemampuan kerja jubah itu, Alu melakukan uji coba di laboratorium dengan beberapa obyek.

Dalam uji coba itu, Alu dan tim berhasil "menghilangkan" batang silidris sepanjang 18 cm dari pandangan pengamat dalam cahaya gelombang mikro. Peneliti mengatakan bahwa teknologi ini juga dapat menyembunyikan benda yang berbentuk tidak simetris dan aneh.

Menurut peneliti, teknologi ini bisa diaplikasikan pada cahaya tampak. Tetapi, mungkin pada awalnya hanya bisa "menghilangkan" benda yang berukuran sangat kecil.

"Faktanya, metascreen lebih mudah untuk diwujudkan pada frekuensi tampak dibandingkan bulk metamaterial, dan ini membuat kita lebih dekat untuk bisa mewujudkan manfaat praktisnya," kata Alu.

Ukuran benda yang dapat disamarkan sebanding dengan panjang gelombang cahaya saat pelaksanaannya. Oleh karenanya, jika diaplikasikan pada frekuensi optis, jubah ini mungkin hanya efisien untuk menghentikan pancaran cahaya pada benda berukuran mikrometer.

“Keuntungan dari mantle cloaking dibandingkan teknik yang telah dikembangkan sebelumnya adalah penyelarasan, kemudahan pembuatannya, dan pengembangan bandwidth," tambah Alu.

Alu mengungkapkan, manfaat penemuan ini bukan semata untuk menyenangkan penggemar Harry Potter dan orang yang bercita-cita menjadi mata-mata. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk pengindraan non-invasif dan peralatan biomedis.

Hasil temuan Alu dan timnya telah dipublikasikan di New Journal of Physics untuk edisi tanggal 26 Maret 2013.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.