Kompas.com - 25/03/2013, 12:06 WIB
|
Editoryunan

BERLIN, KOMPAS.com — Dinosaurus "punk" alias dinosaurus dengan bulu menyerupai paku ternyata bercinta dengan gaya yang mirip manusia pada umumnya. Dinosaurus yang mencakup golongan stegosaurus ini bercinta dalam posisi misionaris, jantan di atas dan betina di bawah.

Ilmuwan menguak gaya bercinta dinosaurus ini lewat simulasi komputer. Temuan ini bertentangan dengan pandangan sebelumnya bahwa dinosaurus bercinta mirip "doggy style", jantan menunggangi betina dari belakang.

Brian Switek, ahli dinosaurus yang terlibat penelitian ini, mengatakan bahwa posisi misionaris mencegah dinosaurus jantan terluka. Dinosaurus jenis ini punya struktur serupa tanduk. Bila bercinta dengan posisi "doggy style", pejantan justru terancam.

Heinrich Mallison, ilmuwan dari Museum of Natural History di Berlin yang juga terlibat riset, membuat simulasi komputer. Ia mencoba memperkirakan apa yang akan terjadi bila pejantan dinosaurus ini menunggangi betina dari belakang.

Hasilnya, pejantan justru bisa mati tertusuk "tanduk" pada ekor betina. "Dinosaurus ini harus bercinta dengan cara lain. Mungkin betina bisa berbaring dan pejantan berada di atas tubuhnya," kata Mallison seperti dikutip Daily Mail, Minggu (24/3/2013).

 

Dinosaurs may have had sex in the missionary position to prevent them from being castrated, according to a new study.

 

Peneliti mengungkapkan, menguraikan cara bercinta dinosaurus sangat penting. Adaptasi morfologi dan seksual membantu ilmuwan memahami bagaimana dinosaurus mendominasi Bumi puluhan juta tahun yang lalu.

Tak semua ilmuwan setuju dengan hasil simulasi ini. John Long, profesor paleontologi di Flinders University, Australia, mengungkapkan, dinosaurus jantan mungkin saja tetap bercinta dengan menunggangi betina dari belakang dengan memiliki organ seksual super-panjang.

"Ankylosaurus dengan tanduk berukuran 33 kaki (sekitar 10 meter) bisa memiliki penis sepanjang 6 kaki (1,8 meter) untuk menjembatani diri ketika mendekati betina," kata Long. Untuk membuktikan mana yang benar, perlu analisis fosil. Namun, menemukan fosil yang mampu mendukung analisis itu sangat sulit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.