Temuan "Partikel Tuhan" Masih Menyisakan Pertanyaan

Kompas.com - 15/03/2013, 17:25 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan menyatakan bahwa Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) telah menemukan Higgs boson atau "partikel tuhan". Pemberitaan didasarkan pada pengumuman CERN di konferensi ilmiah di Italia.

Benarkah partikel tersebut memang Higgs boson? Higgs boson sebelumnya diteorikan oleh peter Higgs, melengkapi Model Standar fisika partikel. Partikel ini berperan dalam memberikan massa sehingga semesta bisa tercipta.

Laksono Tri Handoko, peneliti grup fisika teoretik dan komputasi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan bahwa apa yang diumumkan CERN hanya menunjukkan perkembangan terkini pencarian Higgs boson.

“Partikel yang ditemukan memang termasuk dalam kategori partikel boson dan diduga partikel Higgs Karakteristik partikel tersebut menunjukkan karakter yang sesuai dengan kategori partikel boson, tetapi berbeda dengan karakter partikel boson lainnya yang telah ditemukan,” papar Handoko.

Karakter yang sesuai dengan partikel boson adalah spin nol dan tidak bermuatan. CERN dalam pertemuan yang berlangsung di kota La Thuila, Italia, mengonfirmasi bahwa sifat tersebut dimiliki oleh partikel baru yang diumumkan penemuannya 4 Juli 2012 lalu.

Handoko menambahkan, “Untuk membuktikan partikel ini adalah partikel Higgs boson, masih perlu dilakukan eksperimen lebih lanjut, atau setidaknya ada tim peneliti lain yang melakukan kajian mengenai partikel tersebut dan hasil kajiannya mendukung hasil temuan peneliti CERN."

Seandainya partikel yang ditemukan memang benar partikel Higgs boson, maka untuk bisa membuktikan partikel itu memang Higgs boson yang dimaksud dalam skenario Model Standar fisika partikel, perlu dilakukan kajian untuk melihat kesesuaian karakteristiknya, terutama massa dan peluruhannya.

“Salah satu karakter yang harus dipenuhi untuk menunjukkan bahwa partikel yang ditemukan adalah partikel Higgs boson yang sesuai dengan Model Standar fisika partikel, adalah memiliki rentang massa 200 GigaelektronVolt (GeV),” papar Handoko saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/3/2013).

“Namun, kalaupun partikel itu bermassa 200 GeV, belum tentu partikel tersebut adalah partikel Higgs boson yang sesuai dengan skenario Model Standar fisika partikel, bergantung mode peluruhannya,” pungkas Handoko.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X