Kompas.com - 04/03/2013, 17:51 WIB
|
Editoryunan

WASHINGTON, KOMPAS.com — Hasil penelitian mengejutkan diumumkan dalam Konferensi Retrovirus dan Infeksi Oportunistik di Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (3/3/2013). Bayi berusia 2,5 tahun dinyatakan sembuh dari HIV dan telah berhenti menjalani perawatan setahun terakhir.

Pertanyaannya kemudian, benarkah dan bagaimana bisa? Virus HIV hingga kini belum bisa dihilangkan dari tubuh orang terinfeksi. Orang yang hidup dengan HIV harus menjalani pengobatan seumur hidup dengan obat Antro Retroviral.

Dalam kasus ini, bayi dinyatakan terinfeksi HIV sejak lahir. Ibu dari bayi adalah seorang HIV positif. Analisis material genetik virus setelah kelahiran menunjukkan adanya 20.000 kopi materi genetik virus per milimeter. Dengan demikian, bayi pun dinyatakan HIV positif.

Setelah diketahui terinfeksi, dr Hannah Gay yang bertanggung jawab pada perawatan bayi tersebut mulai memberikan obat. Obat diberikan 30 jam setelah bayi lahir. Biasanya, bayi yang baru lahir diberikan obat prophylaxis terlebih dahulu. Dalam kasus ini, obat antivirus langsung diberikan.

Setelah pengobatan, jumlah virus dalam darah menurun drastis hingga tak terdeteksi dalam sebulan setelah perawatan. Hal ini bertahan hingga bayi berusia 18 bulan. Ibu dari bayi tersebut sempat menghentikan pemberian obat.

Lima bulan setelah obat berhenti diberikan, ibu bayi tersebut membawa bayinya ke rumah sakit. Dr Gay menduga bahwa jumlah virus akan kembali meningkat. Tetapi, yang terjadi sebaliknya. Tes HIV membuktikan hasil negatif.

Dr Gay sempat mengulangi tes karena menyangka ada kesalahan. Namun, pengulangan tetap menunjukkan bahwa hasil tes HIV negatif. Dr Gay kemudian merasa perlu menyerahkan bayi tersebut ke pihak yang lebih ahli.

Kasus bayi itu dialihkan pada Dr Katherine Luzuriaga, pakar imunologi University of Massachusetts yang bekerja dengan ahli lain bernama Deborah Persaud dari John Hopkins Children Center. Tes selanjutnya menemukan material genetik virus pada bayi. Namun, virus tak bisa bereplikasi.

Tentang kesembuhan bayi yang lahir dengan HIV tersebut, banyak peneliti memandang skeptis. Namun, Joseph McCune dari University of California di San Fransisco mengungkapkan, hal itu bisa menjadi petunjuk adanya sesuatu yang lain dalam kekebalan bayi tersebut.

Salah satu hipotesis di balik sembuhnya bayi tersebut adalah belum sempatnya virus membangun "peradabannya" di tubuh bayi. Salah satu sebab HIV tak bisa disembuhkan adalah bahwa virus "bersembunyi" dalam fase dormansi. Sekali ARV dihentikan, virus bisa berkembang lagi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.