Kompas.com - 03/03/2013, 14:19 WIB
|
Editoryunan

FLORIDA, KOMPAS.com – Hubungan mangsa dan pemangsa yang keras telah terjadi sejak puluhan juta tahun lalu. Tak jarang ada mangsa yang ‘beruntung’ bisa melarikan diri dari serangan pemangsa yang sangat agresif.

Begitulah fakta yang terungkap dari hasil analisis  fosil Edmontosaurus annectens yang dilakukan peneliti dan paleontolog baru-baru ini.

Bruce Rothschild, professor kedokteran di University of Kansas bersama dengan Robert DePalma, Paleontolog di Palm Beach Museum of Natural History , Florida menemukan bekas luka di bagian kepala fosil dinosaurus yang diperkirakan hidup pada masa  65 sampai 67 juta tahun lalu.

Luka itu membekas seluas 12 x 14 cm di sebelah atas mata kanan dinosaurus yang bentuk kepalanya menyerupai bebek ini.

“(Luka ini) begitu tegas” kata Rothschild seperti dikutip National Geographic, Kamis (28/2/2013). Menurutnya, luka yang tampak di kepala dinosaurus ini merupakan luka lama dan merupakan trauma yang mungkin disebabkan oleh serangan pemangsa.

Dari bentuk dan ukurannya, peneliti menduga bahwa E. annectens itu diserang oleh Tyrannosaurus rex, namun berhasil menyelamatkan diri.

Ada bekas luka di kulit dan tulang. Peneliti yakin, kedua bekas luka disebabkan oleh satu serangan yang sama. “Luka yang ada cukup besar untuk sebuah bekas luka akibat cakaran atau gigitan," kata Rothschild.

Rothschild dan rekannya cukup yakin dengan hasil temuannya. Namun, mereka mengakui bahwa dugaannya masih perlu dibuktikan.

Phil Bell, paleontolog dari Pipestone Creek Dinosaur Initiative yang tidak terlibat dalam kajian ini, menyatakan pendapat berbeda. Menurutnya, ukuran bekas luka relatif kecil untuk disebabkan oleh pemangsa. Ia lebih yakin bahwa luka disebabkan oleh kecelakaan.

Sementara, David Burnham, paleontolog dari University of Kansas Biodiversity Institute mengatakan bahwa mungkin saja dinosaurus tersebut memang diserang oleh T rex.

Burnham berpendapat, seandainya bekas luka ini memang akibat serangan T. rex , ia menduga dinosaurus ini berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan dinosaurus lain. E. annectens merupakan jenis dinosaurus yang hidup berkelompok.

Hipotesis lain, mungkin saja karena T. rex yang menyerang saat itu belum mencapai berusia dewasa dan mencapai ukuran optimalnya. “Ada sesuatu hal yang ‘menyelubungi’ kasus ini yang belum kita ketahui,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.