Kompas.com - 16/01/2013, 19:13 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah korban terbesar dalam peristiwa banjir Kali Ciliwung kemarin hingga Rabu (16/1/2013) dini hari tadi terdapat di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Ini berbeda dengan data yang disajikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. BPBD DKI menyebutkan, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, sebagai wilayah yang paling terkena dampak luapan Ciliwung.

Data yang diperoleh Kompas.com dari Kelurahan Rawajati, Rabu, menunjukkan, jumlah total korban banjir di wilayah tersebut mencapai 586 kepala keluarga (KK), dengan 2.264 jiwa. Mereka berasal dari 14 RT di 4 RW Kelurahan Rawajati. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan data BPBD DKI. BPBD DKI menyebutkan, korban terbesar berada di Kampung Melayu, yaitu 2.257 jiwa.

"Data korban tidak statis, selalu berubah. Data yang kami kirimkan itu hasil yang kami kumpulkan sampai dini hari tadi. Bisa saja ternyata ada wilayah yang meningkat sampai siang ini," kata Arfan Arkilie, Kepala BPBD DKI, saat dihubungi Kompas.com.

Data dari BPBD DKI yang diterima sore tadi menyebutkan, jumlah pengungsi di Jakarta Timur mencapai 4.311 jiwa, yaitu di Kelurahan Kampung Melayu sebanyak 2.257 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi lain tersebar di Bidara Cina (949 jiwa), Kramatjati (500 jiwa), dan Cililitan (605 jiwa).

Di Jakarta Selatan pengungsi mencapai 2.127 jiwa yang tersebar di Bukit Duri (1.151 jiwa), Pejaten Timur (60 jiwa), Pondok Pinang (48 jiwa), Ulujami (150 jiwa), Pondok Labu (65 jiwa), Tanjung Barat (567 jiwa), dan Lenteng Agung (86 jiwa).

Di Jakarta Barat pengungsi mencapai 2.426 jiwa yang tersebar di Kedoya Selatan (24 jiwa), Wijaya Kusuma (510 jiwa), Kedaung Kaliangke (300 jiwa), dan Rawa Buaya (2.102 jiwa).

Di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak ada pengungsian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi banjir di Rawajati sempat didatangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang tadi. Kondisi air di lokasi yang berada di sekitar Jembatan Kalibata Raya itu sudah menyusut. Kemarin malam, ketinggian air Kali Ciliwung naik hingga melampaui ketinggian permukaan jembatan. Akibatnya, sampah-sampah yang hanyut dibawa banjir tertahan dan menumpuk di samping jembatan yang sedang dalam proses perbaikan itu.

Hingga sore ini belum terlihat upaya untuk mengangkut tumpukan sampah yang meninggi di samping jembatan. Dikhawatirkan, jika aliran deras banjir Ciliwung berulang malam ini, sampah-sampah tersebut bisa memengaruhi kekuatan struktur jembatan.

Berita terkait, baca:

BANJIR RENDAM JAKARTA

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.