Tikus Paling Perkasa di Dunia Memakan Kalajengking

Kompas.com - 13/01/2013, 19:35 WIB
|
Editoryunan

TEXAS, KOMPAS.com — Tikus biasanya menjadi hewan pengerat yang dianggap hanya bisa mengganggu manusia. Namun, tikus belalang jenis Onychomys torridus berbeda. Satu-satunya jenis tikus pemakan daging di Amerika Utara ini bisa dibilang paling perkasa, tahan racun dan sanggup memakan kalajengking.

Bagaimana tikus itu bisa menjadi begitu hebat? Ilmuwan mengatakan, tikus itu memang terlahir untuk menjadi perkasa, menjatuhkan mangsa yang lebih besar darinya. Tikus tersebut tampaknya dipelihara oleh induk jantan dan betinanya serta belajar perkasa dari induk jantannya.

Semakin dewasa, tikus ini semakin menunjukkan kekuatannya. Jenis tikus belalang ini tak mau membuat sarang sendiri, tetapi merebut tempat hewan pengerat lain. Jika perlu, tikus belalang ini akan menyerang si pemilik sarang. Saat kepepet, tikus ini bahkan akan memakan jenisnya sendiri.

Saking perkasanya, tikus ini pun tak takhluk pada jenis kalajengking yang hidup di Arizona, Centruroides sp. Racun kalajengking itu mampu membuat manusia mengalami gagal pernapasan. Namun, tikus ini menunjukkan kekebalannya. Bukan mati, O torridus malah bisa memakan si kalajengking.

Ashlee Rowe dari Sam Houston State University di Texas mencoba mengungkap rahasia keperkasaan tikus ini. Ia menginjeksikan racun kalajengking dalam jumlah kecil pada tikus biasa dan tikus belalang O torridus.

Ilmuwan mengetahui bahwa racun kalajengking tak berdampak banyak pada O torridus. Dalam riset lebih lanjut, Rowe mengetahui bahwa kekebalan itu terjadi karena O torridus mengalami mutasi pada protein bernama Nav1.8.

New Scientist memberitakan, Jumat (11/1/2013), biasanya racun kalajengking mengaktifkan protein Nav1.7 sehingga rasa sakit bisa diteruskan ke otak. Karena ada mutasi Nav1.8, rasa sakit itu tak diteruskan ke pusat syaraf. Hasil riset ini dipresentasikan di pertemuan Society for Integrative and Comparative Biology minggu lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X