Kompas.com - 26/12/2012, 17:51 WIB
Penulis Luki Aulia
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Suara atau pendapat pelajar masih belum didengar dalam menyelesaikan kasus kekerasan, bullying, dan tawuran yang terjadi di kalangan pelajar. Solusi hanya dilihat dari kaca-mata orang dewasa. Akibatnya, solusi yang diambil sering kali tidak sesuai dengan kondisi pelajar.

Demikian terungkap dalam diskusi serta peluncuran buku tentang kekerasan di kalangan pelajar di Yogyakarta, akhir pekan lalu. Berbagai pengalaman remaja terkait kekerasan itu tertuang dalam sembilan tulisan yang ditulis sembilan pelajar di Yogyakarta dalam buku elektronik (e-book) Anak Muda Jogja, Apa Ceritamu? yang diterbitkan Yayasan Kampung Halaman bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bersamaan dengan peluncuran buku itu diselenggarakan diskusi bertema ”Kekerasan di Dunia Remaja”.

Direktur Yayasan Kampung Halaman Cicilia Maharani mengatakan, kekerasan yang melibatkan remaja baik sebagai korban maupun pelaku selalu terjadi dengan kemasan yang berbeda-beda. Hampir setiap remaja memiliki pengalaman atau setidaknya pernah menyaksikan atau mengetahui adanya tindak kekerasan seperti dalam bentuk tawuran. Hanya saja, selama ini belum banyak remaja khususnya pelajar yang berani dan memiliki kesempatan menyuarakan pendapat.

Dalam diskusi, para pelajar mengemukakan pengalamannya. Mahardika, pelajar SMAN 1 Galur, Kulon Progo, menceritakan penyebab tawuran kerap hanya masalah sepele.

Salah seorang siswa SMAN 6 Yogyakarta, Wahar, menceritakan pengalaman sekolahnya yang kerap tawuran dengan sekolah lain sebelum tahun 2005. Namun, mulai 2005 sekolah membuat kebijakan baru sterilisasi sekolah dan pembatasan kegiatan ekstrakurikuler siswa hingga pukul 16.00.

Endang, guru seni budaya SMAN 6 Yogyakarta, menjelaskan, oknum alumnus juga ada yang mendekati siswa. ”Untuk mengatasi tawuran, akses masuk ke sekolah dibatasi supaya tidak ada yang memengaruhi siswa,” kata Endang yang menjadi pembina organisasi siswa intra sekolah (OSIS) tahun 1994-2010 itu. (LUK)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

    Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

    Oh Begitu
    Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

    Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

    Oh Begitu
    BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

    BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

    Fenomena
    5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

    5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

    Oh Begitu
    Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

    Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

    Oh Begitu
    Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

    Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

    Fenomena
    Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

    Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

    Fenomena
    Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

    Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

    Kita
    Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

    Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

    Fenomena
    11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

    11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

    Fenomena
    Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

    Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

    Oh Begitu
    Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

    Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

    Oh Begitu
    Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

    Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

    Oh Begitu
    Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

    Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

    Fenomena
    Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

    Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

    Kita
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X