Big Freeze, Skenario Kiamat Semesta Paling Mungkin

Kompas.com - 19/12/2012, 18:33 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com — Ada skenario akhir semesta yang disebut Big Freeze. Skenario ini kadang juga disebut "Heat Death" atau matinya panas alias energi. Dalam teori ini, kiamat terjadi sebagai konsekuensi karena proses mengembangnya semesta yang tanpa batas.

Istilah Heat Death yang menjadi nama lain teori ini berasal dari gagasan bahwa dalam sistem yang terisolasi, entropi atau sederhananya terkait dengan energi per satuan temperatur akan terus meningkat hingga mencapai nilai maksimum.

Pada saat entropi mencapai maksimum, panas akan terdistribusi merata di wilayah yang sangat luas, tak mengizinkan adanya ruang yang memungkinkan penggunaan energi. Saat itu, gerak mekanik dalam suatu sistem takkan mungkin.

Skenario akhir masa dalam Big Freeze berlawanan dengan Big Crunch. Dalam Big Crunch, semesta akan menjadi sangat mampat, membentuk lubang hitam sangat besar. Sementara itu, dalam Big Freeze, semesta menjadi sangat gelap dan dingin.

Untuk menentukan skenario mana yang lebih mungkin, ilmuwan harus menggali data tentang densitas, komposisi, dan bahkan bentuk semesta. Ada yang disebut densitas kritis. Jika nilai densitas yang ditemukan lebih rendah, skenario Big Freeze menjadi mungkin.

Sejauh ini, pengukuran oleh Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) yang menangkap Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR) mengindikasikan bahwa densitas jauh lebih kecil daripada densitas kritis. Dengan demikian, ilmuwan menyatakan, Big Freeze adalah skenario kiamat semesta yang paling mungkin. Kapan terjadinya? Masih triliunan tahun lagi. Selain Big Freeze, masih ada teori akhir semesta lain yang disebut Big Bounce dan Big Rip.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

    Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

    Oh Begitu
    Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

    Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

    Fenomena
    Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

    Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

    Fenomena
    Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

    Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

    Fenomena
    Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

    Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

    Fenomena
    Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

    Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

    Fenomena
    Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

    Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

    Oh Begitu
    Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

    Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

    Fenomena
    Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

    Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

    Fenomena
    Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

    Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

    Oh Begitu
    Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

    Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

    Fenomena
    Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

    Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

    Fenomena
    Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

    Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

    Fenomena
    Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

    Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

    Oh Begitu
    Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

    Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X