Kompas.com - 06/12/2012, 16:11 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Memiliki tubuh yang kurus tidak serta merta membuat seseorang memiliki kadar kolesterol yang rendah da berisiko lebih kecil mengidap penyakit pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular). Seseorang yang bertubuh kurus, apabila memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi dalam keluarga, tetap memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung.

Seperti diungkapkan spesialis penyakit dalam dari Brawijaya Clinic Jakarta dr. Dedy Sudrajat Sp.PD, Kamis (6/12/2012), kadar kolesterol dalam darah selain dari asupan makanan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetika.

"Kolesterol juga diproduksi sendiri oleh tubuh dalam organ hati, yaitu sebanyak 80 persennya. Sehingga kadar kolesterol tidak bisa diindikatori dari berat badan. Apabila orang kurus, namun memiliki risiko kolesterol dari keturunannya, bisa saja kadarnya lebih tinggi dari orang gemuk," ungkap Dedy.

Deddy menekankan, tingginya kadar kolesterol perlu diwaspadai karena menjadi salah satu faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Selain itu, kolesterol juga dapat dikorelasikan pada penyakit kardiovaskular lain.

Kolesterol, papar Dedy, sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki fungsi penting, diantaranya menyusun struktur membran sel, sebagai pelindung kulit dari racun dan kekeringan kulit, prekursor hormon steroid, prekursor asam empedu, dan pembentukan vitamin D (bersama sinar UV). Namun apabila jumlahnya tidak sesuai maka akan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan.

Dedy juga mengatakan penurunan kolesterol 10 persen saja sudah dapat menurunkan 50 persen resiko penyait jantung. Oleh karenanya, sangat penting untuk menurunkan kadar kolesterol apabila sudah melebihi batas normal. Batas normal kolesterol total adalah di bawah 200 mg/dL, dengan trigiserida kurang dari 150 mg/dL, HDL (kolesterol baik) adalah di atas 60 mg/dL, sedangkan LDL  (kolesterol jahat) adalah kurang dari 130 mg/dL.

Tes kadar kolesterol teratur sangat disarankan oleh Dedy. "Mulai usia 20 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Namun apabila memiliki keturunan kolesterol dapat dilakukan lebih awal, bahkan dari usia kanak-kanak," ujarnya

Strategi memperbaiki kadar kolesterol menurut Dedy sebenarnya mudah. Antara lain dengan mengatur pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, mengurangi stres, mengontrol berat badan, mengubah gaya hidup, dan nutritional genomics. Strategi ini juga dapat diterapkan apabila kadar jenis kolesterol tertentu tidak sesuai. Dengan hanya senantiasa menjalani gaya hidup sehat, kadar kolesterol dapat terus dijaga tetap normal.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.