Kompas.com - 04/12/2012, 18:43 WIB
|
Editoryunan

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Robot Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat  menemukan sinyal baru bahwa Mars mampu mendukung kehidupan. Curiosity menemukan senyawa organik di Mars.

Dalam acara American Geophysical Union, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa senyawa yang ditemukan pada debu Mars dengan instrumen Sample Analysis at Mars (SAM) adalah  klorin, sulfur, air, serta senyawa organik yang tersusun atas karbon dan merupakan bagian dari makhluk hidup.

Meski demikian, ilmuwan belum bisa memastikan apakah senyawa organik benar-benar berasal dari Mars. "SAM tidak menemukan senyawa organik secara pasti," kata Paul Mahaffy, pemimpin investigasi instrumen SAM dari Goddard Space Flight Center, NASA.

"Meskipun SAM mendeteksi adanya senyawa organik, langkah pertama kita harus menentukan apakah senyawa itu memang berasal dari Mars," kata John Grotzinger, ilmuwan yang terlibat penelitian misi Curiosity, seperti dikutip Space, Senin (3/12/2012).

Bahan yang dianalisis oleh SAM bernama perklorat, senyawa reaktif yang terdiri atas oksigen dan klorin. Dalam instrumen SAM, senyawa itu dioven sehingga  susunan bahan kimianya bisa terdeteksi. Setelah dipanaskan, perklorat membentuk metana yang terklorinasi. Metana mengandung karbon, merupakan senyawa organik.

"Klorin mungkin saja asli Mars, tetapi mungkin saja karbon yang ada berasal dari Bumi, dibawa oleh Curiosity dan terdeteksi oleh instrumen SAM yang super sensitif," demikian terungkap dalam pernyataan resmi NASA yang dikutip Space.

Temuan kali ini merupakan hasil kerja Curiosity menganalisis sampel tanah di lokasi yang disebut Rocknest. target akhir Curiosity adalah gunung Sharp yang menjulang dari kawah gale, lokasi pendaratan Curiosity pada 6 Agustus 2012.

Meskipun temuan senyawa organik masih belum bisa dipastikan kebenarannya, Curiosity telah membuat penemuan hebat lainnya. Curiosity menemukan bukti terkuat adanya air di Mars, kemiripan batuan Mars dengan batuan di Bumi dan bahwa astronot sebenarnya bisa survive melawan radiasi di Mars.

Grotzinger dikutip Reuters, Senin, mengingatkan, jika pun karbon ditemukan, tak berarti Mars bisa dinyatakan layak huni. "Cuma menemukan karbon di suatu tempat tak berarti itu berkaitan (berasal) dengan kehidupan yang ada atau berarti menemukan tempat baru yang layak huni."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.