Dua Ilmuwan Terima Habibie Award 2012 - Kompas.com

Dua Ilmuwan Terima Habibie Award 2012

Kompas.com - 27/11/2012, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut HUT ke-13, The Habibie Center menganugerahkan Habibie Award 2012 kepada Effendy (guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang) untuk bidang Ilmu Pengetahuan Dasar dan Teguh Santoso Sukamto (guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) untuk bidang Ilmu Kedokteran.

Para penerima penghargaan akan menerima piagam, medali, dan masing-masing uang tunai sebesar 25.000 dollar AS. Penghargaan akan diberikan bersamaan dengan peluncuran buku "Democracy Take-Off?: The BJ Habibie Period" pada tanggal 28 November 2012 di Hotel Atlet Century Park Jakarta.

Pengusulan atau nominasi bisa dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Dewan Riset Nasional (DRN), perguruan tinggi negeri atau swasta, lembaga ilmu pengetahuan atau badan riset, organisasi profesi dan cendekiawan, kamar dagang dan industri dan perwakilan atau kedutaan besar RI di luar negeri atau kedutaan besar negara sahabat di Indonesia, dan perseorangan.

Proses seleksi dan pemberian Habibie Award dilakukan Yayasan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hingga tahun 2011, Yayasan SDM-IPTEK telah menganugerahkan Habibie Award kepada 37 orang dalam bidang Ilmu Pengetahuan Dasar, Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Ilmu Rekayasa, Ilmu Ekonomi, Sosial, Politik dan Hukum, serta Ilmu Filsafat, Agama dan Kebudayaan.

Buku

Selain Habibie Award, The Habibie Center juga akan menyelenggarakan peluncuran buku kumpulan tulisan sejumlah intelektual dalam dan luar negeri tentang kepemimpinan Habibie sebagai presiden di awal era reformasi.

Secara garis besar buku ini menyoroti kehidupan sosial politik dan ekonomi bangsa Indonesia di masa pemerintahan BJ Habibie.

Dalam peluncuran itu juga akan ada diskusi buku dengan sejumlah pembicara seperti Bridget Welsh (Singapore Management University), Dato' Seri Anwar Ibrahim (mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia), Umor Juoro (Dewan Pakar The Habibie Center), J Kristiadi (peneliti senior CSIS), dan Felia Salim (Wakil Direktur Utama BNI) dan dengan moderator Dewi Fortuna Anwar (Ketua Institute for Democracy and Human Right The Habibie Center). 


PenulisLuki Aulia
EditorRobert Adhi Ksp

Close Ads X