Kompas.com - 05/11/2012, 17:14 WIB
|
Editoryunan

FLORIDA, KOMPAS.com - Adakah kehidupan di Mars di masa lalu ataupun kini? Jika ada, pasti makhluk hidup meninggalkan jejak. Jejak keberadaan makhluk hidup salah satunya adalah metana di atmosfer.

Lewat robot Curiosity yang mendarat di Kawah Gale 6 Agustus 2012 lalu, para ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa NASA berupaya mencari kandungan metana dalam atmosfer Mars. Bila ada, mungkin metana itu bisa menjadi tanda ada atau pernah adanya kehidupan di planet itu.

Curiosity telah menganalisis atmosfer Mars saat berada di wilayah yang disebut Rocknest beberapa waktu lalu. Analisis dilakukan dengan instrumen Sample Analysis at Mars (SAM). Hasil penelitian diumumkan NASA pada Jumat (2/11/2012)

Hasilnya ternyata mengecewakan. "Intinya, kita belum mendeteksi metana sejauh ini," kata Chris Webster, ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory di California, pimpinan penggunaan instrumen Tunable Laser Spectrometer SAM.

"Namun demikian, kita akan terus mencarinya selama beberapa bulan ke depan sebab Mars, seperti yang kita tahu, mungkin menyimpan kejutan," papar Webster seperti diberitakan Space.com Jumat lalu.

Sebelumnya, keberadaan metana di atmosfer Mars pernah terdeteksi dengan wahana luar angkasa lain. Namun, konsentrasi metana yang terdeteksi memang sangat sedikit, cuma 10 - 50 bagian per miliar.

Tak ditemukannya metana lewat misi Curiosity bukan berarti temuan sebelumnya salah. Menurut Sushil Atreya, ilmuwan Universitas Michigan yang terlibat misi SAM, metana bisa berubah, tergantung pada produksi dan degradasinya di Mars.

Di Bumi, 90 persen metana yang ada di atmosfer bersumber dari makhluk hidup. Di Mars, metana yang mungkin ada bisa bersumber dari makhluk hidup ataupun komet. Metana bisa 'dihancurkan' lewat reaksi dibantu cahaya Matahari ataupun diserap permukaan Mars.

Menurut ilmuwan, tingkat penyerapan metana di Mars cukup efisien. Dalam waktu beberapa ratus tahun, metana di atmosfer bisa disapu bersih. Oleh karena itu, dipercaya bahwa metana yang mungkin ada saat ini belum terbentuk lama.

Terkait misi deteksi metana di Mars, Atreya mengatakan, "Tetap ikuti terus. Cerita tentang metana di Mars baru saja dimulai." Pencarian metana dan komposisi atmosfer Mars lainnya dapat juga membantu memahami mengapa Mars memiliki atmoser tipis, hanya 1 persen ketebalan atmosfer Bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.