Kompas.com - 05/11/2012, 10:55 WIB
|
Editoryunan

SAO PAULO, KOMPAS.com — Satu lagi spesies katak baru ditemukan, menambah kekayaan jenis amfibi di dunia. Biolog dari Paulista State University di Sao Paulo, Brasil, Michel Garey, menemukan katak unik di cagar alam wilayah Guaraquecaba, Brasil.

Katak tersebut dinamai Brachycephalus tridactylus. Garey menuturkan, katak itu unik karena ukuran dan jumlah jari yang dimiliki. Sementara katak lain punya empat jari, katak baru ini cuma punya tiga jari di tiap kakinya. Menurut Garey, hal itu lebih disebabkan oleh proses evolusi, bukan lingkungan. Selain itu, ukuran katak pun mungil, cuma 1,5 cm, tak lebih besar dari ukuran permen karet.

Dilihat dari penampakannya, katak memiliki warna oranye dengan bintik berwarna kuning langsat di tubuhnya. Pejantan spesies ini memproduksi 30 panggilan kawin tiap harinya. Panggilannya punya ciri khas sebab satu nada panggil dari awal hingga akhir memiliki frekuensi yang terus menurun.

Brachycephalus tridactylus ditemukan di ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Wilayah tempat ditemukannya katak unik ini memiliki luas 2.253 hektar dan diketahui menyimpan 43 jenis katak. Ilmuwan sendiri memprediksi ada sekitar 650 jenis amfibi di Brasil.

Tentang penemuan katak spesies baru ini, Garey seperti dikutip Discovery, Sabtu (3/11/2012), mengungkapkan, "Itu terjadi pada tanggal 14 Februari 2007. Hari ulang tahun saya. Betapa pengalaman yang menyenangkan."

Meski demikian, penemuan tersebut baru dipublikasikan pada Juni 2012 di jurnal Herpetologia.

"Butuh waktu 18 bulan dari awal 2011 untuk mengoleksi tujuh spesimen dari katak spesies baru itu, kembali ke museum untuk membandingkan dengan spesies lain, menyadari bahwa itu merupakan spesies baru, menulis paper, dan akhirnya menerbitkannya di jurnal," urai Garey.

Katak merupakan anggota amfibi, hewan berdarah dingin yang mampu hidup di ekosistem darat maupun perairan. Berdasarkan data Global Amphibian Assesment, sepertiga amfibi berada pada kategori terancam dan 120 spesies diperkirakan punah sejak tahun 1980. Pengetahuan tentang katak penting sebab hewan itu bisa berfungsi sebagai bioindikator kualitas lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.