Kompas.com - 02/11/2012, 17:12 WIB
|
Editoryunan

TOKYO, KOMPAS.com - Tim peneliti dari Universitas Waseda, Jepang, menemukan ratusan kanal di sekitar Angkor Wat. Temuan tersebut membantu para ilmuwan menyingkap misteri pembuatan salah satu candi tertua di Asia Tenggara itu.

"Kami menemukan banyak tambang batu yang digunakan untuk membangun Angkor Wat dan rute pengangkutan dari batu-batu tersebut," kata Estuo Uchida dari Waseda University, salah satu yang terlibat penelitian.

Diketahui, Angkor Wat terbangun dari sekitar 5 - 10 juta batu. Batu diketahui berasal dari tambang batu di gunung sekitar area Angkor Wat, Gunung Kulen. Bongkahan batu berukuran sangat besar, bahkan ada yang mencapai berat 1500 kg.

Jarak antara lokasi Angkor Wat dan tambang batu cukup jauh. Arkeolog bertanya-tanya bagaimana bongkahan batu besar bisa dibawa menuju lokasi bangunan dan bagaimana bisa Angkor Wat dibangun dalam waktu singkat.

Sebelumnya, banyak mengira bahwa bongkahan-bongkahan batu tersebut diangkut ke Danau Tonle Sap melalui kanal dan kemudian didayung melawan arus melalui sungai hingga sampai di pelataran candi.

Namun, ternyata cara pengangkutan batu di luar dugaan. Peneliti menemukan 50 tambang batu di sepanjang tanggul di kaki Gunung Kulen. Dengan satelit, peneliti juga menemukan ratusan kanal yang menghubungkan lokasi tambang dan Angkor Wat.

Jarak antara lokasi tambang dan Angkor Wat lewat ratusan kanal itu hanya sekitar 37 kilometer. Sementara, jarak yang ditempuh jika harus melawan arus melewati sungai adalah 90 km. Jarak yang lebih pendek itu yang memungkinkan proses pembangunan hanya dalam beberapa dekade.

Angkor Wat dibangun pada abad ke 12 oleh Rawa Suryawarman II dari Kerajaan Khmer. Candi dibangun di area seluas 200 hektar di kota Angkor, kini wilayah Kamboja. Awalnya, kuil itu dibangun sebagai penghormatan kepada Dewa Wisnu dalam Agama Hindu. Tapi, pada abad 14, kuil digunakan oleh penganut agama Budha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.