Selamatkan Terumbu Karang Aceh

Kompas.com - 02/11/2012, 03:17 WIB

M Burhanudin

Aceh mempunyai wilayah pesisir terpanjang di Sumatera. Tak pelak, sektor perikanan pesisir pun memegang peran vital bagi warga di provinsi ini. Namun, kian menyusutnya terumbu karang menjadi ancaman besar bagi sektor ini. Sejumlah organisasi pun kini tergerak untuk melakukan penyelamatan.

Marwandi (22) dan Fauzan Aulia (21) selesai memasang perlengkapan selam di tubuhnya. Mahasiswa anggota Ocean Diving Club (ODC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, itu lalu duduk di bibir perahu dan bersiap menceburkan diri ke dasar Pantai Lhok Me, Aceh Besar. Mereka, pekan lalu, akan mengamati pertumbuhan terumbu karang yang ditransplantasikan sebulan sebelumnya.

Upaya penyelamatan terumbu karang yang dilakukan ODC Unsyiah di Pantai Lhok Me, Lampanah-Leungah, Aceh Besar, itu dilakukan bersama Jaringan Kuala Aceh dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh.

Marwandi menuturkan, bulan lalu ODC dan Jaringan Kuala Aceh membuat transplantasi terumbu karang di pantai itu. Transplantasi untuk memperbaiki kembali terumbu karang yang rusak itu dilakukan dengan cara mencangkokkan karang yang masih bagus dengan media semen ke karang yang rusak.

”Dalam penyelaman ini kami mengamati perkembangan transplantasi itu. Perkembangannya bagus,” kata dia.

Selain mengamati hasil transplantasi, penyelaman rutin juga sebagai bagian dari upaya advokasi ODC dan organisasi pencinta lingkungan di Aceh. Advokasi itu terkait rencana dua perusahaan penambangan pasir besi untuk menyedot pasir besi di Pantai Lampanah-Leungah, termasuk di Pantai Lhok Me, yang mengancam terumbu karang. Perusahaan itu berargumen, di sepanjang Pantai Lampanah Leungah tak ada terumbu karang sehingga bisa dilakukan penambangan di wilayah itu.

”Dari hasil pengamatan kami dengan ODC, terumbu karang itu masih ada di sini. Ikan masih menjadikannya sebagai tempat untuk memijahkan telur. Tidak selayaknya pantai ini dijadikan penambangan pasir besi,” imbuh Sekretaris Jenderal Jaringan Kuala Aceh, Marzuki.

Terancam musnah

Terumbu karang di Pantai Lampanah-Leungah adalah sedikit yang masih tersisa di wilayah pesisir Aceh, yang mendesak untuk diselamatkan. Pertambangan juga hanya salah satu faktor penyebab hancurnya terumbu karang di provinsi ini.

Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh mencatat setiap tahun 7 persen terumbu karang di provinsi itu hilang. Padahal, akibat tsunami pada 26 Desember 2004, luasan terumbu karang terkikis antara 40-75 persen, hingga tinggal tersisa 89.652 hektar. Dengan kondisi itu, kurang dari 15 tahun lagi terumbu karang di Aceh akan musnah.

Terumbu karang mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemijahan, tempat bermain, dan asuhan bagi berbagai biota. Selain itu, terumbu karang juga menghasilkan bermacam jenis ikan karang, udang karang, lobster, alga, teripang, dan mutiara.

Marzuki mengatakan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama hancurnya terumbu karang di Aceh. Masih banyak nelayan yang nekat memakai jaring trawl dan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Halaman:


Editor

Close Ads X