Kompas.com - 12/10/2012, 14:39 WIB
|
Editoryunan

WASHINGTON, KOMPAS.com — Batu Mars yang dianalisis robot Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA dengan laser, Jake Matijevic, ternyata punya komposisi kimia mirip dengan batu di Bumi. Demikian dinyatakan NASA, Kamis (11/10/2012).

"Batu yang memiliki komposisi kimia mirip ini tidak biasa, tetapi merupakan jenis batu vulkanik yang banyak ditemukan di Bumi," kata Edward Stolper dari California Institute of Technology di Pasadena, yang menjadi anggota tim misi Curiosity.

Batu tersebut mirip dengan batu yang ditemukan di wilayah kepulauan di lautan seperti Hawaii dan St Helena. Selain itu, batu serupa juga ditemukan di wilayah rekahan di daratan seperti di Rio Grande yang memanjang dari Colorado hingga Chihuahua di Meksiko.

Stopler seperti dikutip AFP, Kamis, mengatakan, "Dengan hanya satu batu Mars seperti ini, sulit untuk mengatakan bagaimana proses pembentukan batu itu, tapi ini permulaan yang tepat untuk mulai berpikir hal itu."

Di Bumi, batu semacam Jake Matijevic terbentuk dari proses di lapisan mantel, di bawah kerak Bumi. Batu terbentuk dari magma yang kaya akan air dan bergerak ke atas, kemudian karena mendingin maka mengalami kristalisasi.

Curiosity menganalisis Jake Matijevic yang seukuran bola sepak bola itu dengan dua peranti yang menyatu dengan lengan robotnya. Dua peranti itu adalah Alpha Particle X-Ray Spectrometer (APXS) dan Chemistry and Camera (ChemCam).

Secara lebih detail, Ralf Gellert dari University of Guelph di Ontario, Kanada, yang menjadi pimpinan investigasi APXS mengatakan, "Jake adalah batu Mars yang unik. Ini tinggi dalam kandungan unsur yang banyak didapatkan pada mineral feldspar (mineral yang tersusun atas potassium dan sodium) dan rendah kandungan magnesium dan besi."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Curiosity telah mendarat di Mars sejak 6 Agustus 2012 lalu. Selama mendarat, Curiosity sudah mengirimkan gambar dirinya di Mars, jejak zig zag yang ditinggalkannya, serta menyelidiki benda terang di Mars yang ternyata adalah sampah. Batu Jake Matijevic adalah batu Mars yang menjadi target misi Curiosity, dinamai dengan nama insinyur NASA yang meninggal sesaat setelah Curiosity mendarat.

Curiosity akan segera melakukan misi selanjutnya, yakni menyekop tanah Mars dan menganalisisnya. Tujuan misi 2 tahun berbiaya 2,5 miliar dollar AS itu adalah mengetahui kemungkinan Mars mendukung kehidupan serta kemungkinan mendarat di planet merah itu di masa depan. Sementara itu, tujuan akhir Curiosity adalah Gunung Sharp yang menjulang ke atas dari kawah Gale, tempat Curiosity mendarat.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X