Inilah Situs Bersejarah di Parkiran McDonald's Malang

Kompas.com - 10/10/2012, 18:44 WIB
|
EditorTri Wahono

MALANG, KOMPAS.com - Sebuah situs bersejarah ditemukan di area yang berdiri bangunan McDonald's, di Jalan Mayjen DI Panjaitan, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Situs yang merupakan peninggalan pada masa pra sejarah itu dinamai Situs Ketawanggede karena situs tersebut berada di Kelurahan Ketawanggede. Di situs Ketawanggede tersebut berhasil ditemukan antara lain dua buah yoni tanpa lingga, potongan atap miniatur candi, balok batu, pelandas tiang, dan beberapa muka-muka batu.

Menurut Dwi Cahyono, seorang arkeolog dari Universitas Negeri Malang, keberadaan situs tersebut sudah ditemukan kurang lebih dua tahun lalu. Hanya, saja sampai sekarang belum didaftarkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang oleh pihak McDonald's, selaku pemilik lahan.

"Situs itu juga belum teregistrasi di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. Makanya, saya berharap situs tersebut segera didaftarkan," harap Dwi, usai melihat langsung keberadaan situs tersebut, Rabu (10/10/2012).

Situs tersebut jelas Dwi, adalah tempat tiang untuk bangunan panggung, yang menjadi tempat peribadatan yang disucikan, atau tempat pemujaan warga Hindu sekte siwa.

Dwi mengatakan, melihat situs itu, berarti di wilayah Kali Brantas ini, pernah ada bangunan panggung, berarsitektur Hindu Buddha masa kerajaan Singosari atau Majapahit. Reruntuhan candi itu, jelas Dwi, tergolong cukup besar dan berusia ratusan tahun.

"Jenis batunya adalah jenis batu andesit yang ada sejak abad 13-14 lampau. Itu ciri peninggalan lintas masa," katanya.

Lebih lanjut Dwi menegaskan, situs tersebut bisa dimiliki perorangan. Tapi keberadaannya harus dilaporkan ke dinas terkait. Di lahan sekitar ditemukannya situs itu, harus ada lahan khusus untuk umum, yang ingin melihat situs tersebut.

"Jika di area situs itu dilakukan penggalian, saya yakin masih banyak situs sejenis yang lebih besar bisa ditemukan. Karena di area itu pernah dibangun candi pemujaan zaman Hindu Buddha," katanya.

Dwi menambahkan, dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, di sekitar situs itu tak boleh berdiri bangunan apa pun. Lahan di sekitar situs harus dibebaskan. Bukan lagi milik McDonald's.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X