Kompas.com - 07/09/2012, 17:32 WIB
|
Editoryunan
 

KOMPAS.com - Spesies tikus yang berhabitat di daratan Afrika diklaim menyimpan rahasia umur panjang. Spesies yang disebut tikus mondok telanjang (Heterocephalus glaber) itu bisa hidup hingga 30 tahun, 10 kali lebih lama daripada tikus lainnya.

Sekilas, tikus ini terlihat jelek dan bongkok. Tikus disebut telanjang karena tubuhnya tidak ditumbuhi rambut, hanya punya flek-flek kecoklatan seperti tahi lalat. Namun demikian, tikus ini istimewa sebab tubuhnya tak mengalami degenerasi, awet muda, bisa bereproduksi sampai mati.

 

Heterocephalus glaber juga istimewa sebab resisten terhadap kanker, bisa hidup di lingkungan ekstrem serta makan makanan beracun tanpa resiko. Sisi negatifnya hanya pengelihatan yang buruk sebab tikus ini hidup di bawah tanah.

Ilmuwan mempelajari spesies tikus ini dan berharap dapat menguak rahasia umur panjangnya. Karena tikus ini berbagi 93 persen gen dengan manusia, maka ilmuwan yakin penelitian tikus ini akan membuahkan manfaat.

Beberapa penelitian telah dilakukan. Tahun lalu, para peneliti dari University of Liverpool di Inggris memetakan struktur gen tikus ini untuk pertama kalinya.

Dr Joao Magalhaes, pimpinan riset menuturkan, "Tingkat resestensi hewan ini terhadap penyakit kanker bisa memberi kita petunjuk mengapa beberapa makhluk lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan dengan yang lainnya. Kami ingin menjadikan tikus ini sebagai model pertama ketahanan terhadap penyakit kronis dan penuaan."

Ilmuwan optimis, umur bukan hanya soal takdir. Professor Jonathan Flint dari Oxford University seperti dikutip Daily Mail, Rabu (5/9/2012), mengatakan, "Penuaan bukanlah takdir. Tidak ada batasan berapa lama kita bisa hidup. Fakta bahwa manusia mati pada umur 80 atau 90 bukanlah sesuatu yang pasti."

"Kita bisa secara teoretis memperpanjang usia hingga 200 tahun jika kita memahami mekanisme biologisnya dan mengubahnya dengan cara tertentu," sambung Flint optimis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.