Upaya Membumikan Ilmu Fisika

Kompas.com - 28/08/2012, 05:04 WIB
Editor

Oleh Sonya Hellen Sinombor

Kalau ada ahli fisika di Tanah Air yang galau dan tidak berhenti dengan invensi dan inovasi, Dr Muhammad Nur DEA adalah salah satunya. Hingga kini, pengajar Fisika pada Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, ini terus mendorong mahasiswa dan lulusan Fisika di semua universitas di Tanah Air agar tak berhenti berinovasi. 

Bagi Nur, panggilannya, Indonesia adalah negeri yang kaya alamnya, juga sumber daya manusia, termasuk di bidang fisika. Sayangnya, para ahli fisika di negeri ini belum mandiri seperti di negara lain. Padahal, berbagai penelitian itu bisa meningkatkan kemandirian bangsa.

Selama ini berbagai penelitian yang dihasilkan selalu berhenti di perpustakaan, bahkan banyak teknologi baru yang ditemukan sulit untuk lolos dan diakui menjadi karya anak bangsa. Hampir semua invensi dan inovasi anak bangsa berakhir di ”lembah kematian teknologi”.

Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) ini menilai, minimnya minat mahasiswa terhadap ilmu fisika karena fisika merupakan salah satu pelajaran yang agak susah dipahami siswa SMA. Jadi, saat mereka masuk perguruan tinggi, hanya siswa yang punya ketertarikan khusus dengan fisika yang memilih jurusan ini.

”Sebagian besar masyarakat kita juga belum melihat bahwa ahli fisika merupakan profesi yang menarik bagi anak mereka. Pada gilirannya akan memberikan sumbangan berarti bagi bangsa, terutama untuk keterbebasan dalam sains dan teknologi,” papar Nur.

Kenyataan inilah yang membuat Nur tak berhenti mengembangkan ilmu fisika. Sejak 2001 hingga 2007, ia dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Undip.

Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah menjalin kerja sama dengan Swisscontact dan Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam pembinaan Business Development Services (BDS) di Jawa Tengah. Dari sini, ide pengembangan kluster industri mulai dikenal kalangan kampus dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Nur juga pernah terlibat dalam Management Innovation & Technology, bekerja sama dengan Uni Eropa dan Ristek.

Wirausaha baru

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.