Apakah Armstrong Berbohong soal Pendaratan Bulan?

Kompas.com - 26/08/2012, 15:46 WIB
|
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Kematian Neil Armstrong pada Sabtu (25/8/2012) disambut duka oleh pihak keluarga dan rekan seperjuangannya seperti Buzz Aldrin. Di sisi lain, kematian astronot pertama yang mendarat di Bulan ini juga menyisakan pertanyaan.

Pertanyaan terbesar adalah apakah benar Neil Armstrong mendarat di Bulan pada tahun 1969? Atau, apakah Badan Penerbangan dan Antariksa NASA serta Neil Armstrong sendiri hanya berbohong pada dunia?

Pada 15 Februari 2001, Fox Television menyiarkan program "Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon?" Menurut program itu, pendaratan di Bulan cuma hoax. Proses pendaratan direkam di studio oleh NASA.

Ada beberapa bukti yang dianggap menunjukkan bahwa pendaratan cuma jadi-jadian, selain fakta bahwa saat itu Amerika Serikat tengah berusaha keras "bertarung" melawan Uni Soviet sebagai menjadi negara pertama yang mengangkasa.

Bukti pertama adalah soal foto astronot. Dalam acara tersebut, diungkapkan bahwa foto astronot seharusnya dilatari oleh bintang dan benda langit lain. Tapi, latar itu tak ada.

Kedua adalah soal bendera Amerika Serikat yang berkibar. Diketahui, di Bulan tidak ada angin. Tanpa angin, seharusnya kibaran bendera itu tak ada. Demikian juga disiarkan pada program itu.

Teori konspirasi itu sempat membuat "panas". Buzz Aldrin, salah satu astronot yang terlibat misi Apollo 11 memukul wajah Bart Sibrel, pembuat film yang ditayangkan di Fox itu. Sibrel meminta Aldrin bersumpah di atas Alkitab bahwa ia pernah mendarat di Bulan.

Beberapa lama setelah program itu, Badan Penerbangan dan Antariksa NASA mengeluarkan pernyataan resmi di situs webnya. Intinya, NASA mengatakan bahwa pendaratan di Bulan benar adanya.

Dalam pernyataan bertajuk "The Great Moon Hoax" tanggal 23 Februari 2001, NASA menerangkan beberapa hal yang dipertanyakan dalam program Fox serta menyajikan bukti pendaratan di Bulan.

Soal tak adanya bintang, misalnya, NASA menyatakan bahwa hal yang sama pun bisa terjadi pada foto yang dibuat di Bumi. Kamera sulit mengabadikan spacesuit yang terang dan bintang yang relatif redup sekaligus dalam satu foto.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

    Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

    Oh Begitu
    Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

    Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

    Fenomena
    Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

    Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

    Oh Begitu
    Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

    Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

    Fenomena
    Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

    Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

    Oh Begitu
    Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

    Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

    Oh Begitu
    Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

    Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

    Oh Begitu
    3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

    3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

    Fenomena
    Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

    Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

    Oh Begitu
    Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

    Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

    Oh Begitu
    Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

    Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

    Kita
    Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

    Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

    Fenomena
    Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

    Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

    Oh Begitu
    Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

    Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

    Oh Begitu
    Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

    Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X