Laba-laba Berkaki Pisau Ternyata Keluarga Baru - Kompas.com

Laba-laba Berkaki Pisau Ternyata Keluarga Baru

Kompas.com - 19/08/2012, 21:06 WIB

Sekelompok penjelajah gua dan ilmuwan diberitakan menemukan laba-laba jenis baru di gua-gua selatan Oregon, AS. Namun, yang lebih istimewa dari temuan ini, laba-laba itu bukan sekadar spesies baru, melainkan juga jenis yang tidak termasuk keluarga laba-laba yang dikenal. Artinya, jenis ini adalah keluarga (family) yang sama sekali baru.

Hanya ada dua keluarga laba-laba lain yang ditemukan sejak tahun 1990 dari seluruh 111 keluarga laba-laba yang dikenal. Dan, ini adalah yang pertama ditemukan di Amerika Utara sejak 1890, kata peneliti Charles Griswold dari California Academy of Sciences.

Sejauh ini, keluarga laba-laba yang ditemukan hanya terdiri dari satu spesies, yang oleh para peneliti diberi bernama Trogloraptor marchingtoni. Nama belakangnya diambil dari Neil Marchington, anggota Western Cave Conservancy, yang pertama kali menemukan laba-laba tersebut. Sedangkan nama genusnya, Trogloraptor, berarti "perampok atau pemangsa dari gua."

Nama ini dianggap tepat karena peneliti menemukan kait atau cakar serupa pisau lipat di kaki-kakinya, yang diduga digunakan untuk menangkap serangga terbang. Dengan kaki terlentang, laba-laba ini bisa mencapai panjang sampai 8 cm.

"Ketika Anda berada di dalam gua yang gelap, dan hanya ada sinar lampu di kepala Anda, mereka akan tampak jauh lebih besar. Kadang kami terkejut melihat mereka bergantungan dengan jaringnya," kata Griswold.

Griswold dan rekan-rekannya menduga laba-laba itu hidup menggantung dengan jaring sederhana, dan menunggu mangsa lewat untuk diterkam dengan kaki bercakarnya. Namun, spesimen yang dipelihara di laboratorium belum bersedia makan. "Tampaknya mereka sangat pemalu," kata Griswold.

Laba-laba ini juga memiliki kelenjar beracun, meskipun tidak ada bukti bahwa itu berbahaya bagi manusia.

Griswold mengatakan, penemuan ini bisa membantu menjelaskan adanya legenda tentang laba-laba raksasa yang tinggal di gua-gua di daerah ini. Diduga ada spesies lainnya yang belum ditemukan, mengingat banyak gua di Amerika Serikat bagian barat baru sedikit dipelajari.

Dari sisi ilmu pengetahuan, penemuan keluarga baru seperti ini menjadi saat bersejarah. "Bagi para peneliti laba-laba atau arachnologists penemuan ini bagai menemukan dinosaurus jenis baru di bidang paleontologi," kata pakar laba-laba, Norman Platnick, dari Museum Sejarah Alam Amerika.

Hal lain yang tidak biasa tentang laba-laba ini adalah bahwa ia memiliki dua baris gigi atau serrula. "Saya tidak pernah melihat ada laba-laba lainnya dengan serrula seperti itu," kata Platnick.

Saat pertama kali ditemukan, laba-laba ini diduga sebagai pertapa coklat, nama sejenis laba-laba beracun. Namun, pemeriksaan lebih detail mengungkapkan bahwa temuan ini unik dan, setelah dua tahun penelitian, ditentukan bahwa jenis ini adalah keluarga baru. Hasil penelitian itu kemudian diterbitkan pada 17 Agustus 2012 di jurnal ZooKeys.


EditorA. Wisnubrata

Close Ads X