Kompas.com - 31/07/2012, 01:01 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com — Bangkai paus sperma yang terdampar di Muaragembong, Bekasi, Jawa Barat, akan ditenggelamkan Selasa (31/7/2012).

"Penenggelaman akan dilakukan besok, rencananya akan mulai pukul 07.00 atau 08.00 pagi," kata Pramudya Harzani, Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Penenggelaman rencananya akan dilakukan di wilayah perairan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

"Wilayah ini dipilih karena merupakan kawasan konservasi terdekat yang bisa dijangkau dari Muara Gembong," papar Pram kepada Kompas.com, Senin (30/7/2012) malam.

Paus yang terdampar di Muara Gembong diketahui merupakan individu paus yang sama dengan yang terdampar di Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (25/7/2012). Di Pakis Jaya, paus ditemukan masih hidup dan berhasil dibawa ke tengah laut pada Sabtu (28/7/2012). Sayang, paus kembali terdampar kembali ke daratan di wilayah Muaragembong dan ditemukan warga pada Minggu (29/7/2012) sekitar pukul 05.00 WIB.

Pram mengatakan bahwa paus yang terdampar kembali menunjukkan bahwa masa depan paus di lautan setelah penyelamatan memang tak punya kepastian.

Menurut Pram, opsi penenggelaman paus adalah yang paling tepat. Bangkai paus akan terdekomposisi secara alami.

Ia mengingatkan bahwa paus tak bisa dipotong-potong, apalagi dimakan. Sebagai predator, paus kemungkinan memiliki kadar merkuri tinggi bagi manusia.

Pram mengatakan, peristiwa paus terdampar dan upaya penyelamatan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mencintai lautan. Sekaligus ia menegaskan bahwa paus merupakan jenis mamalia laut, bukan ikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Fenomena
Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.