Pulau-pulau Gunung Api di Laut Banda

Kompas.com - 28/07/2012, 05:29 WIB
Editor

Kepulauan Banda terdiri dari kumpulan 10 pulau vulkanik yang menyembul di laut terdalam di Nusantara, Laut Banda. Kepulauan ini berjarak sekitar 140 kilometer di selatan Pulau Seram.

Pulau Banda Besar atau juga disebut Pulau Lonthoir adalah pulau terbesar di kepulauan ini. Meski demikian, pusat pemerintahan berada di pulau yang lebih kecil, yakni Pulau Neira, yang bersebelahan dengan sebuah pulau gunung api bernama Banda Api atau juga kerap disebut Gunung Api.

Banda Api setinggi 641 meter di atas permukaan laut ini dalam sejarahnya telah beberapa kali meletus dahsyat. Selama empat abad terakhir, setidaknya telah terjadi 24 kali erupsi, termasuk yang terakhir pada 9 Mei 1988 yang membuat 8.000 orang di Banda harus dievakuasi ke Ambon.

Gunung Banda Api muncul pada ujung utara deretan gunung api yang terletak di Busur Dalam Vulkanik Banda. Busur itu terbentuk sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.

Sejumlah pendapat menyatakan bahwa pulau-pulau di sekitar Gunung Banda Api ini adalah sebuah sisa kaldera raksasa dari gunung api purba. Menurut penyelidik bumi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, Deden Wahyudin, evolusi kompleks vulkanik Banda terdiri dari empat tahap. Diawali dengan terbentuknya gunung api purba, yakni Gunung Lonthoir yang tumbuh dari laut. Gunung ini lantas meletus hebat serta menghancurkan puncak dan sebagian besar tubuhnya sehingga membentuk kaldera Lonthoir dengan sisa dinding kaldera berupa Pulau Lonthoir atau Banda Besar, Pulau Pisang, dan Pulau Kapal saat ini.

Kaldera ini diperkirakan berdiameter sekitar 7 kilometer. Jika diamati, Pulau Lonthoir ini berbentuk melengkung menghadap ke Gunung Banda Api. Sisi-sisi dindingnya terjal, mirip tepian kawah.

”Periode berikutnya adalah tumbuhnya Gunung Api Neira yang kemudian meletus dan membuat sebagian tubuhnya hilang,” ujar Deden. Kemudian muncul Gunung Papen yang tumbuh di kawah Neira. Gunung ini kemudian meletus dan menghancurkan tubuhnya. Lalu, dari tengah kaldera bekas Gunung Papen terbentuklah gunung api baru, yakni Banda Api.

Selain bahaya letusan gunung api, Kepulauan Banda juga berada di atas zona tumbukan lempeng. Kepulauan ini berada di batas tenggara lempeng Eurasia, sekaligus juga berada di zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan lempeng Pasifik yang beregerak ke arah barat.

Dalam buku Subductie van Continentaal Materiaal in de Banda Boog, Oost Indonesie (1992), Pieter Zeger Vroon menyebutkan adanya dua lempeng yang berbeda yang menunjam di bawah Laut Banda. Hal ini menyebabkan Busur Banda dan wilayah sekelilingnya kerap digoyang gempa dan kadang diikuti tsunami.

Meski menjadi sumber bahaya, pulau-pulau vulkanik di Kepulauan Banda ini juga adalah sumber utama rempah-rempah, terutama pala. Peperangan berdarah terjadi selama ratusan tahun untuk memperebutkan gugusan pulau kecil dan berbahaya ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X