Para Ilmuwan CERN Temukan Partikel Higgs

Kompas.com - 05/07/2012, 05:17 WIB
Editor

GENEVA, RABU - Setelah melalui proses perburuan sulit dan sangat mahal selama hampir setengah abad, para ilmuwan akhirnya mengklaim telah menemukan partikel Higgs, yang dianggap menjadi kunci terbentuknya alam semesta.

Para ilmuwan dari dua tim independen di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN), Rabu (4/7), mengumumkan telah menemukan partikel baru yang konsisten dengan semua ciri-ciri dan properti teoretis partikel Higgs atau lebih tepatnya boson Higgs.

Direktur CERN Rolf Heuer mengatakan, penemuan tersebut merupakan tonggak sejarah penting dalam usaha pemahaman manusia akan terbentuknya alam semesta. ”Kita telah menemukan batu fondasi yang hilang dalam fisika partikel,” ujar Heuer dalam jumpa pers yang diwarnai aplaus, standing ovation, dan derai air mata haru di markas besar CERN di Geneva, Swiss.

Penemuan boson Higgs sangat penting karena mengukuhkan Model Standar (Standard Model/SM), sebuah bangunan teori yang disusun selama puluhan tahun oleh para fisikawan untuk menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk dari bahan-bahan bangunan dasarnya.

Secara matematis, teori SM mensyaratkan keberadaan 12 partikel elementer di alam semesta. Sebelas partikel telah ditemukan sejauh ini, dan tinggal boson Higgs yang masih menghantui para ilmuwan.

Pembentukan massa

Keberadaan partikel Higgs diprediksi oleh beberapa ilmuwan pada era 1960-an, termasuk ilmuwan Skotlandia, Peter Higgs, pada 1964. Secara populer, partikel ini dijuluki ”partikel Tuhan” karena peranannya yang sangat penting dan wujudnya yang sulit dibuktikan.

Boson Higgs dianggap bertanggung jawab terhadap proses pembentukan massa partikel- partikel lain dalam sepersemiliar detik pertama setelah Dentuman Besar (Big Bang). Massa itulah yang membuat semua materi mewujud dan memiliki berat seperti kita kenal.

Higgs (83), yang hadir dalam jumpa pers tersebut, mengaku tak menyangka partikel yang ia prediksi akan ditemukan dalam masa hidupnya.

Meski demikian, Heuer mengingatkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan boson Higgs ini. ”Sebagai manusia biasa, saya yakin kami telah menemukannya. Namun, sebagai ilmuwan saya harus mengatakan, ’Apa sebenarnya yang telah kita temukan ini?’” ujar Heuer.

(AP/Reuters/AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.