Kompas.com - 03/07/2012, 18:11 WIB
|
EditorBenny N Joewono

CHICAGO, KOMPAS.com - Fisikawan menemukan sinyal kuat keberadaan Higgs Boson atau Partikel Tuhan, partikel  misterius yang dipercaya memberikan objek massa.

Sinyal tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab) di Illinois, Amerika Serikat.

"Data kami menunjukkan secara kuat eksistensi Higgs boson, namun masih membutuhkan hasil eksperimen di Large Hadron Collider di Eropa untuk menyatakannya sebagai penemuan," kata Rob Roser, juru bicara Fermilab, seperti dikutip AFP, Senin (2/7/2012).

Large hadron Collider (LHC) adalah penumbuk atom terbesar yang beroperasi di bawah koordinasi Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN). LHC berlokasi di perbatasan Swiss-Perancis di kedalaman 175 meter di bawah tanah.

Sinyal kuat keberadaan Higgs boson ditemukan peneliti Fermilab setelah 10 tahun pengoperasian Tevatron, mesin penumbuk atom yang telah beroperasi sejak tahun 1985 dan ditutup pada Desember 2011 lalu.

Sinyal didapatkan dari analisis data hasil tumbukan yang telah dilakukan sebelumnya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa partikel Higgs, jika memang ada, memiliki massa antara 115 hingga 135 gigaelektrovolts (GeV/c2) atau 130 kali massa proton.

Pembacaan data atau sinyal adanya Higgs boson bukan hal yang mudah. Ilmuwan harus menganalisis apakah sinyal tersebut memang menunjuk pada Higgs boson atau hanya noise. Riset menunjukkan bahwa peluang noise adalah 1 dibanding 550.

Meski demikian, hasil riset belum bisa benar-benar menyatakan bahwa Higgs boson memang ada. Signifikansi sinyal secara statistik hanya 2,9 sigma. Ini hanya bisa menjadi "evidence" akan adanya Higgs boson, belum bisa dijadikan dasar menyatakan bahwa Higgs boson telah ditemukan (discovered).

Untuk bisa menyatakan bahwa Higgs boson telah ditemukan, signifikansi harus bisa mencapai 5 sigma. Ini berarti bahwa peluang sinyal emmang menunjuk pada higgs boson adalah 99,99994 persen dan peluang noise adalah 0,00006 persen.

Hasil analisis Fermilab diumumnkan Senin dua hari yang lalu. Kini, dunia menunggu hasil analisis dari LHC yang akan diumumkan Rabu (4/7/2012) dalam konferensi fisika di Melbourne Australia.

Akankah ada pernyataan bahwa partikel Tuhan telah ditemukan? Jika ada, maka penemuannya akan menjadi salah satu temuan fisika terbesar sepanjang 100 tahun terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

    Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

    Kita
    Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

    Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

    Oh Begitu
    Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

    Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

    Oh Begitu
    Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

    Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

    Oh Begitu
    Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

    Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

    Kita
    Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

    Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

    Fenomena
    3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

    3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

    Oh Begitu
    Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

    Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

    Oh Begitu
    Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

    Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

    Oh Begitu
    Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

    Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

    Oh Begitu
    Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

    Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

    Fenomena
    Proses Pembentukan Mineral

    Proses Pembentukan Mineral

    Oh Begitu
    Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

    Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

    Oh Begitu
    Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

    Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

    Oh Begitu
    Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

    Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

    Fenomena
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.