Kompas.com - 03/07/2012, 13:46 WIB
|
EditorTri Wahono

BANGKOK, KOMPAS.com — Ahli serangga menemukan jenis baru lalat yang dinobatkan sebagai lalat terkecil di dunia. Studi mengungkapkan, lalat terkecil ini ternyata mampu memenggal kepala serangga kecil lainnya, semut.

Lalat tersebut ditemukan oleh tim peneliti yang tergabung dalam Thailand Inventory Group for Entomological Research di Taman Nasional. Penemuannya dipublikasikan di jurnal Annals of the Entomological Society of America edisi Juli 2012.

Spesies lalat yang ditemukan dinamai Euryplatea nanaknihali. Lalat ini merupakan anggota genus Euryplatea pertama yang ditemukan di Asia. Lalat ini merupakan anggota marga Phoriadae, marga yang dikenal beranggotakan lalat-lalat pemenggal semut.

Brian V Brown, kurator serangga di Natural History Museum of Los Angeles County, seperti dikutip The New York Times, Selasa (3/7/2012), mengatakan, "Lalat ini begitu kecil sehingga sulit terlihat dengan mata telanjang dan memiliki sayap, mata, dan sistem organ yang lengkap."

Ukuran Euryplatea nanaknihali hanya 0,4 mm. Dengan ukuran tersebut, lalat ini 15 kali lebih kecil dari lalat rumah, 5 kali lebih dari lalat buah, dan bahkan lebih kecil dari butiran garam!

Lalat tersebut memiliki sayap berwarna abu-abu. Seperti serangga lainnya, betina dari jenis ini juga memiliki organ bernama ovipositor yang menonjol keluar memudahkannya untuk meletakkan telur.

Euryplatea nanaknihali termasuk jenis serangga parasitoid. Meski berukuran kecil, serangga ini bisa memenggal kepala semut yang ukurannya lebih besar. Mekanisme memenggalnya lebih rumit dari yang dibayangkan, tak sesederhana menggigit kepala semut hingga terpenggal.

Seperti diberitakan Livescience, Selasa, induk serangga akan meletakkan telur di tubuh semut. Telur lalat menetas menjadi larva, kemudian bermigrasi ke daerah kepala semut untuk memakan otot yang digunakan untuk membuka dan menutup mulut. Larva juga akan memakan otak semut. Akhirnya, larva melarutkan membran yang menyatukan kepala dan tubuh semut hingga kepala terpenggal.

"Di sini kita menunjukkan bahwa semut yang terkecil sekalipun dalam sistem inang parasitoid tidak bisa melarikan diri dari parasitisme," kata Brown.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.