Kompas.com - 28/06/2012, 11:03 WIB
|
EditorKistyarini

LEIPZIG, KOMPAS.com - Salah satu nenek moyang manusia, yaitu spesies Australopithecus sediba yang ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 2008, ternyata pemakan kulit pohon dan kayu.

Studi terbaru yang dipimpin oleh Amanda Henry dari Max Planck Institute of Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, menguak hal tersebut. Riset dilakukan dengan analisis plak gigi yang memfosil, disebut calculus, pada Australopithecus sediba.

Secara lebih detail, riset menganalisis pola gigi, fragmen tumbuhan pada gigi dan data karbon isotop. Hasil penelitian menguak bahwa selain memakan buah dan dedaunan, moyang manusia tersebut juga memakan kulit pohon dan bahkan kayunya.

"Kami untuk pertama kalinya berhasil memakai tiga metode berbeda untuk merekonstruksi diet makanan dan memperoleh gambaran diet moyang manusia ini cukup baik, dan gambaran diet yang kita lihat cukup berbeda dengan hominin (moyang manusia) lainnya," kata Henry.

"Ini sangat mengagumkan, kami melihat ada lebih banyak variasi dalam spesies ini, lebih dari yang kami harapkan sebelumnya," ungkap Henry seperti dikutip BBC pada Rabu (27/6/2012).

Henry mengungkapkan, moyang manusia tersebar di banyak daerah dengan karakteristik habitat yang berbeda. Australopithecus sediba juga berjalan dengan dua kaki, tapi diduga juga memanjat pohon.

"Dia cukup primitif, memiliki otak yang sangat kecil, pendek dan memiliki lengan yang cukup panjang. Tapi dia secara pasti memang terkait dengan kita (spesies manusia)," jelas Henry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Louise Humphrey dari Natural History Museum di London mengatakan, diet Australopithecus sediba memang unik, membuat kesan bahwa makhluk ini memang primitif. Tapi, saat ini ada perdebatan, apakah spesies tersebut moyang manusia atau sepupu manusia, artinya modern.

Henry mengungkapkan, banyak orang mungkin menolak ide bahwa moyang manusia yang memakan kulit pohon. Namun, pada dasarnya manusia tak pernah tahu apa yang mereka makan. Bisa saja yang dimakan adalah bagian dalam kulit pohon berupa getah yang mengandung gula.

"Jadi kalau yang dimakan adalah situp gula itu, yang merupakan getah dari pohon, maka itu bisa jadi bahan makanan yang sangat lezat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.