Kompas.com - 06/06/2012, 06:35 WIB
EditorTri Wahono

Oleh Ninok Leksono

"Kita juga mesti menyelidiki atmosfer Venus yang tebal untuk mengerti mengapa efek rumah kaca bisa begitu parah di sana, membuat suhu permukaan melonjak ke 500 derajat celsius" (Neil deGrasse Tyson, Direktur Planetarium Hayden di American Museum of Natural History, Foreign Affairs, Maret-April, 2012)

KOMPAS.com - Rabu (6/6/2012) pagi dan siang ini, sebagian warga Indonesia bisa menonton transit atau perlintasan Planet Venus di depan piringan Matahari (tentu dengan cara yang aman untuk mata karena sinar matahari amat kuat). Prolog peristiwa kosmik ini telah diulas dalam Laporan Iptek pekan lalu. Semangat untuk menyebarluaskan kejadian alam ini pun hidup di kalangan komunitas, seperti Universe Awareness (UNAWE) yang mengamati transit Venus di Atambua.

Sementara itu, pencinta fotografi astronomi juga ingin melihat noktah hitam Venus yang melintas di depan wajah Sang Surya yang keemasan. Apa indahnya Venus yang bak siluet di depan piringan Matahari? Bukankah Venus lebih elok dipandang sebagai benda langit yang cemerlang setelah Matahari tenggelam?

Dimensi waktu yang panjang untuk ukuran manusia boleh jadi merupakan salah satu alasan karena pasangan transit sekarang ini (yang pertama terjadi tahun 2004) tidak akan berulang lagi hingga tahun 2117.

Transit Venus yang berawal pukul 22.09 GMT (05.09 WIB) selama hampir tujuh jam ini dengan demikian bagus diamati dari awal di wilayah Indonesia timur.

Untuk riset eksoplanet

Bagi para astronom, transit Venus menjadi satu momen untuk melakukan riset ilmiah. Seperti dikutip oleh situs PhysOrg (5/3), tiga bulan sebelum transit berlangsung, para ilmuwan berkumpul di Observatoire de Paris untuk mematangkan rencana pengamatan.

Dua kesempatan yang diincar oleh ilmuwan dari transit 5-6 Juni 2012 (tanggal 5 Juni untuk sebagian wilayah Amerika) adalah pertama untuk menggunakan Venus sebagai contoh untuk eksoplanet (planet di luar tata surya) yang juga transit di depan bintang induknya. Ilmuwan ingin menggunakan teknik yang mereka kembangkan untuk menganalisis komposisi, struktur, dan dinamika atmosfer eksoplanet.

Yang kedua, mereka akan menggunakan secara simultan observasi yang dilakukan di permukaan Bumi dan dari wahana antariksa. Observasi gabungan ini diharapkan bisa memberi gambaran baru tentang lapisan tengah atmosfer Venus yang kompleks, yang menjadi kunci dalam memahami klimatologi planet saudara Bumi ini.

Di sini kita masih melihat adanya peluang untuk menemukan adanya kehidupan cerdas di luar Bumi nun di kejauhan sana.

Masa depan keelokan Venus

Kini Venus—karena keindahannya (lebih tepat karena kecemerlangannya sebab saat paling terang magnitudonya mencapai minus 4,7 sehingga jauh lebih terang dibandingkan dengan planet-planet lain)—dipandang sebagai Sang Dewi. Simbolnya pun mencerminkan karakter wanita, berbeda dengan Mars yang disimbolkan sebagai Dewa Peperangan dengan simbol kejantanan.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

    Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

    Fenomena
    Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

    Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

    Oh Begitu
    Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

    Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

    Oh Begitu
    Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

    Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

    Oh Begitu
    [POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

    [POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

    Oh Begitu
    Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

    Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

    Fenomena
    Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

    Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

    Oh Begitu
    Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

    Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

    Fenomena
    7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

    7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

    Oh Begitu
    Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

    Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

    Oh Begitu
    Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

    Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

    Oh Begitu
    Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

    Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

    Fenomena
    Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Kita
    Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

    Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

    Oh Begitu
    Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

    Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.