Populasi Gajah di Aceh Kian Terancam

Kompas.com - 21/05/2012, 21:12 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Populasi gajah di Aceh kian terancam akibat konflik dengan warga sekitar hutan.

Hal ini tak terlepas dari ketiadaan tata ruang wilayah kehutanan di Aceh, yang semestinya dapat mengatur secara jelas kawasan konservasi untuk habitat hewan yang dilindungi itu dengan kawasan penggunaan lain, hutan produksi, dan perkebunan rakyat.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencatat, saat ini di kawasan hutan di Aceh tinggal tersisa sekitar 400 gajah. Gajah-gajah itu tersebar di kawasan hutan Ulu Masen dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Padahal, jumlah gajah di Aceh sebelum tahun 2003-2004 masih sekitar 800 ekor.

Direktur Walhi Aceh TM Zulfikar, Senin (21/5/2012), di Banda Aceh, mengungkapkan, berkurangnya populasi gajah di Aceh terjadi seiring dengan meningkatnya kerusakan hutan dan alih fungsi lahan hutan di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama, tata ruang wilayah hutan tak disiapkan sehingga banyak lahan hutan yang semestinya menjadi lahan konservasi diolah sebagai hutan produksi atau perkebunan.

"Akibatnya seperti sekarang ini. Banyak gajah masuk ke perkebunan rakyat atau area hutan produksi. Terjadilah konflik dengan warga. Gajah-gajah banyak yang merusak tanaman perkebunan dan pertanian lalu dibunuh," kata Zulfikar.

Tak hanya karena konflik dengan warga, berkurangnya populasi gajah di Aceh juga disebabkan perburuan liar gading gajah. Hampir semua gajah mati sudah tanpa gading saat ditemukan.

"Gading gajah menjadi komoditas. Ini juga menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya populasi gajah di Aceh," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kawasan hutan Ulu Masen yang luasnya 750.000 hektar dan KEL seluas 2,2 juta hektar pada tahun 2010 dihuni 400-500 gajah dari total 2.800 gajah di Pulau Sumatera. Jumlah tersebut diperkirakan terus menyusut setiap tahun.

Hal ini tak lepas dari tumpang tindih status hutan di Aceh. Banyak hutan produksi dan area perkebunan yang dibuka di hutan  berstatus konservasi dan lindung. Pembukaan tersebut tak memperhatikan alur lintasan gajah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

Oh Begitu
Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Fenomena
Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Oh Begitu
Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Oh Begitu
Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.