Situs Megalitikum Pagaralam Didaftarkan ke Unesco

Kompas.com - 20/05/2012, 07:01 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

PAGARALAM, KOMPAS.com -- Sebanyak 67 situs megalitikum di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, didaftarkan ke Unesco sebagai benda warisan budaya (heritage). Situs-situs yang meliputi arca manusia, arca manusia dililit ular, rumah batu, dan dolmen, tersebar di berbagai lokasi, di antaranya Tegur Wangi Lama, Tanjung Aro, dan Mingkik.

Tegur Wangi Lama merupakan situs megalitikum terbesar yang terdiri dari sejumlah arca batu, bilik batu, dan dolmen. Peninggalan-peninggalan megalitikum yang terdapat di ladang sayur warga itu telah dilindungi dan dipelihara oleh para juru pelihara di bawah koordinasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pagaralam Sukaemi mengatakan, pengajuan kepada Unesco telah dilakukan sekitar tiga bulan lalu. Dengan pemberian status heritage oleh Unesco diharapkan dapat meningkatkan pemeliharaan dan perlindungan terhadap peninggalan-peninggalan yang diperkirakan berusia sekitar 1.000-1.400 tahun lalu itu.

Status heritage juga diharapkan dapat menjadi sejenis promosi akan kekayaan peninggalan budaya megalitikum di Pagaralam, sehingga mampu menarik pariwisata di kawasan tersebut. "Dengan hidupnya pariwisata diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat juga," kata Sukemi, di tengah ekskavasi tempayan kubur di Desa Jangkarmas, Pagaralam, Sabtu (19/5/2012).

Ketua Tim Arkeologi Megalitikum Balai Arkeologi Palembang Kristantina Indriastuti mengatakan, Pagaralam dan Kabupaten Lahat merupakan pusat peradaban megalitikum di Sumatera Selatan. Temuan-temuan di kawasan yang disebut Basemah itu termasuk lengkap dengan kondisi relatif cukup baik.

Sejak beberapa tahun terakhir, tim arkeologi dari Balar Palembang telah melakukan ekskavasi dan penelitian secara rutin di situs-situs megalitikum di kawasan tersebut. Tahun ini, penelitian dilakukan 10-21 Mei.

Sebanyak 12 peninggalan megalitikum didata. Salah satunya temuan baru berupa pahatan wajah di dinding tebing air terjun di Kelurahan Muara Siban, Pagaralam. Saat ini telah terdata sedikitnya 67 peninggalan megalitikum Kota Pagaralam dan sekitar 364 peninggalan megalitum di Kabupaten Lahat.

Terkait arca-arca tanpa kepala, Koordinator Juru Pelihara BP3 Jambi Akhmad Rivai mengatakan, kondisi arca tersebut telah tanpa kepala sejak puluhan tahun lalu. Tanda-tanda di lokasi mengindikasikan tindakan yang diduga telah dilakukan puluhan tahun lalu itu disengaja.

"Sejak ditemukan puluhan tahun lalu, kondisinya memang sudah seperti itu. Masyarakat sekarang justru sadar untuk melindungi dan menjaga penemuan-penemuan megalitikum," ujarnya.

Menurut Rivai, akan dilakukan konservasi dan pemasangan kembali kepala-kepala pada arca-arca tanpa kepala tersebut. Sebagian kepala arca itu ditemukan tak jauh dari tubuh arca sehingga pemasangan dapat dilakukan.

Rivai mengatakan, hingga saat ini sebagian besar situs megalitikum yang telah terdata dirawat dan dijaga oleh juru pelihara. Pemantauan kondisi arca terus dilakukan secara berkala.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X