Temuan Kalender Maya Ungkap Rahasia Kiamat

Kompas.com - 14/05/2012, 10:22 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

MEXICO CITY, KOMPAS.com — Arkeolog berhasil menemukan kalender suku Maya di sebuah kota tua zaman Maya yang telah runtuh, berlokasi di hutan hujan tropis Guatemala.

Kalender yang tertulis dalam huruf paku tersebut ditemukan bersama mural raja dan pembantunya. Sepertinya, kalender yang ditemukan telah menjadi rujukan bagi para astronom dan matematikawan sekitar tahun 800 Masehi.

Yang paling menarik, kalender ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa dunia akan kiamat pada akhir tahun 2012.

"Kalender Maya akan terus berjalan hingga miliaran, triliunan, dan oktilion tahun di masa depan," kata David Stuart dari University of Texas yang ikut dalam penelitian ini.

Kalender tersebut ditemukan pada ruang berukuran sekitar 2 x 2 meter, pada tembok bagian timur ruangan.

Kalender yang ditemukan menunjukkan beberapa macam siklus kalender, seperti kalender perayaan 260 hari, kalender Matahari 365 hari, kalender siklus planet Venus 584 hari, dan kalender siklus Mars 780 hari.

Sementara itu, pada tembok bagian utara ruangan terdapat kalender Maya dan perhitungan tentang Bulan, Matahari, dan mungkin Venus dan Mars. Di sana, terdapat petunjuk bahwa waktu masih akan berlangsung hingga 7.000-an tahun di masa depan.

"Mengapa mereka sampai pada tahun angka tersebut jika memang dunia akan berakhir pada tahun ini," kata Anthony Aveni dari Colgate University di New York, pakar astronomi suku Maya, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (10/5/2012).

Sebelumnya, dalam kalender Maya dikenal periode 400 tahun yang disebut baktun. Pada 21 Desember 2012 diperkirakan 13 baktun telah terlalui. Dan, inilah yang menjadi penyebab beredarnya rumor kiamat pada hari itu.

Namun, menurut Stuart, setelah 13 baktun, yang terjadi hanyalah menuju ke siklus yang baru. Penemuan kalender Maya kali ini memberikan dukungan akan hal tersebut.

"Ada lebih banyak lagi yang ada di kalender Maya ini daripada hanya 13 baktun," kata Stuart, seperti dikutip Space, Kamis lalu.

Ada 24 unit waktu yang bisa terkait dengan kalender ini. Sementara itu, hanya lima yang ditemukan, dan itu pun sangat panjang waktunya. Tercatat pula bahwa kalender Maya ini mencapai 17 baktun.

Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Science, Jumat (11/5/2012).

Kompleks tempat kalender dan mural ditemukan disebut Xultun. Meski ditemukan sejak 1915, baru 0,1 persen dari kompleks ini yang tereksplorasi.

Temuan kalender dan mural kali ini tergolong penemuan besar. Ini menunjukkan keahlian bangsa Maya dalam matematika dan astronomi. Sekaligus, menggambarkan aktivitas raja dan para ahli di masa Maya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

    Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

    Fenomena
    Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

    Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

    Fenomena
    Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

    Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

    Kita
    Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

    Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

    Fenomena
    Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

    Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

    Oh Begitu
    Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

    Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

    Fenomena
    Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

    Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

    Oh Begitu
    Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

    Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

    Fenomena
    Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

    Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

    Prof Cilik
    Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

    Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

    Kita
    Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Oh Begitu
    3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

    3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

    Kita
    [VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

    [VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

    Oh Begitu
    Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

    Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

    Kita
    Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

    Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

    Fenomena
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X