Bukit Buatan Antisipasi Gempa dan Tsunami Mentawai

Kompas.com - 19/04/2012, 19:21 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu gempa besar yang dikhawatirkan merusak adalah gempa Mentawai. Besaran gempa diperkirakan mencapai 8,9 Skala Richter dan berpotensi menimbulkan tsunami. Area paling terancam antara lain Pagai, Mentawai, Sipora, dan Kota Padang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi bahaya gempa dan tsunami yang berpusat di Mentawai itu harus diwaspadai. Sejumlah analisis memperkirakan tingkat bahaya yang bisa ditimbulkan.

"Dalam waktu 20-30 menit, tsunami akan mencapai Kota Padang. Ketinggian gelombang tsunami 6-10 meter dan mencapai jarak 5 km," ungkap Sutopo dalam konferensi pers di gedung BNPB, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2012).

Sebagai antisipasi gempa dan tsunami yang belum bisa diperkirakan waktu kejadiannya itu, Badan Nasional Penanggulan Bencana bekerja sama dengan lembaga di dalam dan luar negeri mengembangkan strategi untuk meminimalisasi resiko bencana.

Sutopo mengatakan, ada 1,3 juta jiwa yang hidup di tepi pantai Sumatera Barat. Sejumlah warga harus menuju tempat lebih tinggi selama 40 menit. Sementara tsunami datang dalam waktu 20-30 menit, waktu mengungsi tak mencukupi.

Sebagai solusinya, direncanakan pembangunan shelter vertikal. Tujuannya adalah menjadi tempat penampungan sejumlah warga agar terhindar dari dampak tsunami. Pembangunan shelter direncanakan pada tahun 2013-2014.

"Padang perlu 300-500 shelter. Saat ini baru ada 7. Semua bangunan shelter ini harus tahan gempa," ungkap Sutopo.

Untuk mendukung shelter, direncanakan juga pembangunan bukit buatan yang mampu menampung 30.000 - 75.000 penduduk saat tsunami terjadi. Bukit berukuran 100 x 130 meter. "Sudah ada 11 lokasi potensial untuk bukit buatan di Padang," papar Sutopo.

Shelter dan bukit buatan juga akan dibangun di Bandara Tabing. Namun, pembangunannya masih akan dikaji untuk mengetahui dampak pembangunan pada aktivitas penerbangan di bandara setempat.

Untuk memenuhi kebutuhan shelter, diharapkan masyarakat juga ikut berpartisipasi. salah satu bentuknya adalah pembangunan shelter mandiri. Saat ini, salah satu shelter mandiri adalah Masjid Al Muhajirin di Pasir Putih Padang.

Shelter dalam bentuk tempat ibadah adalah salah satu yang efektif. Di Mentawai, di mana kebanyakan penduduk adalah Kristiani, shelter mandiri bisa berupa gereja.

Selain shelter dan bukit buatan, direncanakan juga pemenuhan kebutuhan 1000 sirene, 553 Digital Video Broadcast, 200 seismometer, dan lainnya. BNPB juga berencana untuk mengedukasi masyarakat menyelamatkan diri saat gempa dan tsunami.

"Pemerintah menyediakan Rp 3-5 triliun untuk pembangunan, sistem peringatan dini, dan kebutuhan lainnya," kata Sutopo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X