Kompas.com - 07/04/2012, 21:52 WIB
|
EditorKistyarini

PASURUAN, KOMPAS.com - Setelah menunggu hampir delapan tahun, Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Pasuruan, Jawa Timur akhirnya berhasil melakukan kawin silang antara sapi bali (Bos Javanicus f. domestica) dengan banteng jawa (Bos Javanicus) yang melahirkan anakan sapi jenis baru.

"Dan hasil dari kawin silang ini sangat memuaskan, karena berat anakan sapi jantan tersebut 21 kilogram, jauh lebih berat dari anakan sapi pada umumnya," ujar Tommy Sand Wungkar, General Manager TSI II Prigen, Sabtu (07/04/2012).

Anakan sapi yang lahir dua hari yang lalu (05/04/2012) itu lahir dari indukan pejantan banteng jawa bernama Matos dan betina sapi bali bernama Delta. Sedangkan untuk memudahkan proses kelahiran, tim dokter TSI II terpaksa membantu proses kelahiran karena kepala sapi sempat terselimuti pembungkus yang bisa berakibat fatal bila menyumbat pernafasan.

"Dan saat ini, ada empat sapi bali lainnya yang bunting dan siap melahirkan di bulan-bulan berikutnya," tambahnya.

Selain dapat menambah satwa baru di TSI II Prigen, program perkawinan silang nantinya dapat membantu program pemerintah pusat terkait pembatasan daging sapi impor tahun 2014. Karena saat ini Indonesia masih mengimpor daging sapi sebesar 25 % dari konsumsi nasional sebanyak 2,7 ton pertahun.

"Nantinya diperkirakan jenis sapi baru ini dapat menghasilkan berat 450 kilogram per ekor atau lebih berat dari sapi bali yang hanya beratnya sekitar 300 kilogram," katanya.

Sementara dari hasil penelitian, perkawinan silang banteng jawa dan sapi bali ini dapat juga dapat membantu memperbaiki ketahanan terhadap serangan penyakit. Terutama adanya virus Jembrana yang selama ini menjadi kendala pengiriman sapi bali ke daerah lainnya.

Kurator TSI II Prigen, Ivan Chandra menjelaskan sapi bali yang dikenal memiliki tingkat reproduksi tinggi dan tingkat adaptasi terhadap pakan, namun sapi bali juga dikenal rentan terhadap penyakit. Sementara banteng jawa dikenal kuat terhadap jenis virus tertentu.

"Sehingga hasil silang itu nantinya dapat menutupi masing-masing kekurangan dengan kelebihannya. Karena secara genetika sapi bali merupakan keturunan dari banteng jawa. Dan rencananya kami beri nama Dewo," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olahraga saat Puasa Bantu Turunkan Berat Badan, Kapan Waktu yang Tepat?

Olahraga saat Puasa Bantu Turunkan Berat Badan, Kapan Waktu yang Tepat?

Kita
8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

Kita
Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X