Kenapa Diberi Nama Tomcat?

Kompas.com - 20/03/2012, 19:11 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Serangga tomcat belakangan menghebohkan masyarakat karena menyerang warga Surabaya. Korban serangan tomcat mengalami dermatitis, kulitnya seperti melepuh, mengeluarkan cairan, dan merasa gatal.

Di balik persoalan mencegah serangan, mengobati luka yang ditimbulkan, maupun apa penyebab munculnya serangga ini, ada hal lain yang cukup menarik, yakni soal nama. Mengapa diberi nama tomcat?

Guru Besar Ilmu Serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Aunu Rauf, mengungkapkan bahwa serangga tomcat adalah serangga yang tak asing bagi masyarakat Indonesia.

Di beberapa wilayah Indonesia, serangga tomcat sering kali disebut semut kanai atau semut kayap. Menurut Aunu, kumbang ini sejatinya merupakan spesies kumbang Paederus fuscipes.

"Masyarakat menyebutnya tomcat, mungkin karena bentuknya sepintas seperti pesawat tempur Tomcat F-14," ungkap Aunu lewat e-mail kepada Kompas.com, Selasa (20/3/2012).

Nama tomcat sendiri sebenarnya di luar negeri merupakan merek produk pengontrol populasi hewan pengerat dan produk lem semut. Tomcat juga merupakan produk pestisida.

Kumbang tomcat dalam bahasa Inggris juga sering disebut rove beetle. Jenis kumbang ini mencakup famili Staphylinidae, terdiri dari ribuan genus dan kurang lebih 46.000 spesies.

Spesies Paederus fiscipes adalah salah satu jenis kumbang yang masuk dalam genus Paederus. Totalnya, ada sekitar 12 spesies yang masuk genus tersebut.

Ciri-ciri serangga ini adalah memiliki kepala warna hitam, dada dan perut berwarna oranye, dan sayap kebiruan. Warna mencolok berfungsi sebagai peringatan bagi predatornya, bahwa serangga ini punya racun. Ukurannya sekitar 7-10 mm.

Tomcat biasa hidup di persawahan. Pada siang hari, serangga ini biasa terbang di tanaman padi untuk mencari mangsa berupa wereng dan hama padi lainnya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

    Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

    Oh Begitu
    Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

    Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

    Oh Begitu
    Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

    Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

    Oh Begitu
    Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

    Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

    Oh Begitu
    Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

    Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

    Oh Begitu
    Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

    Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

    Oh Begitu
    Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

    Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

    Oh Begitu
    Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

    Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

    Oh Begitu
    Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

    Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

    Fenomena
    Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

    Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

    Oh Begitu
    Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

    Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

    Fenomena
    Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

    Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

    Oh Begitu
    AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

    AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

    Oh Begitu
    Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

    Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

    Oh Begitu
    Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

    Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X