Risiko Sering Jatuh Akibat Gangguan Pendengaran

Kompas.com - 28/02/2012, 10:43 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Sebuah riset terbaru menunjukkan adanya hubungan antara gangguan pendengaran dengan peningkatan risiko seseorang untuk terjatuh saat sedang berjalan.

Para peneliti dari Universitas Johns Hopkins menganalisis data 20.000 orang yang ikut serta dalam  U.S. National Health and Nutrition Examination Survey pada tahun 2001 sampai 2004.  Dalam survei tersebut, setiap peserta diuji pendengarannya dan diminta menjawab pertanyaan apakah mereka pernah jatuh dalam satu tahun terakhir.

Hasil menunjukkan bahwa peserta yang mengalami gangguan pendengaran ringan (25 desibel), tiga kali lebih besar risikonya untuk terjatuh ketimbang mereka yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Setiap tambahan 10 desibel gangguan pendengaran, risiko mereka untuk terjatuh bertambah 1,4 kali lipat.

Peneliti mengaku telah memperhitungkan faktor lain yang memungkinkan seseorang untuk jatuh, seperti usia, jenis kelamin, ras, penyakit jantung dan keseimbangan.

Dr Frank Lin, asisten profesor  Johns Hopkins University School of Medicine dan University Bloomberg School of Public Health mengatakan, mereka yang mengalami gangguan pendengaran tidak memiliki pengenalan yang baik terhadap keadaan lingkungan mereka secara keseluruhan, yang membuat mereka lebih mungkin untuk jatuh saat berjalan.

Lin juga menambahkan, gangguan pendengaran berpotensi membuat beban kerja otak menjadi berat karena terbatasnya sumber daya.

"Cara berjalan dan keseimbangan adalah suatu hal yang bagi banyak orang diterima begitu saja, padahal kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh fungsi kogntif," kata Lin, ahli penyakit telinga dan epidemiologi, dalam rilis berita.

"Jika gangguan pada pendengaran membuat beban kognitif, mungkin ada sedikit sumber daya kognitif lain yang dapat membantu menjaga keseimbangan dan cara berjalan," tutupnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X