Pameran Sejarah Masuknya Islam di Maluku

Kompas.com - 25/02/2012, 12:16 WIB
EditorJodhi Yudono

AMBON, KOMPAS.com--Pameran arkeologi tentang sejarah masuknya Islam di Maluku akan meramaikan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke-XXIV di Kota Ambon, Juni 2012.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Benny Gasperz, kepada ANTARA di Ambon, Jumat mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah materi yang akan dipamerkan menjelang pelaksanaan MTQ.

"Al Quran tertua juga akan kami pamerkan agar para pengunjung bisa melihat bukti penyebaran Islam di Maluku pada zaman dulu," katanya.

Selain sejarah masuknya Islam, Dinas Pariwisata juga akan memamerkan seni budaya lokal dari sejumlah desa di provinsi seribu pulau itu yang biasanya meramaikan perayaan hari-hari besar Islam, antara lain tari-tarian, musik dan hadrat.

Benny Gasperz mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di daerah yakni Balai Kajian Sejarah dan Museum Siwalima untuk mendapatkan materi pameran.

Ia berharap, apa yang akan disajikan dalam pameran arkelologi Islam nanti dapat menambah pengetahuan pengunjung sehingga bisa dikembangkan dan dilestaraikan dengan baik.

"Kami berharap, pengunjung bisa mendapat tambahan pengetahuan bahwa ajaran Islam telah ada di Maluku cukup lama," katanya.

Aset dan potensi pariwisata Maluku yang tersebar di 11 kabupaten/kota juga meramaikan materi pameran, baik wisata bahari maupun religi.

Salah astu aset wisata religi di Pulau Ambon, khususnya di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku adalah Masjid Tua Wapauwe yang berdiri pada 1414 Masehi di Desa Hila. Letaknya tak jauh dari Benteng Duurstede, peninggalan masa penjajahan Belanda.

Konstruksi bangunan masjid Wapauwe tidak menggunakan paku sama sekali, hanya ada pasak kayu pada setiap sambungan.

Di Masjid inilah tersimpan Mushaf Al Quran Imam Muhammad Arikulapessy yang selesai ditulis tangan pada 1550.

Benny menambahan, pihaknya juga akan merenovasi sejumlah aset wisata pantai di Pulau Ambon karena masih menjadi unggulan pemerintah daerah untuk menarik minat pengunjung.

"Kami akan merenovasi pusat rekreasi Pantai Namalatu (Kota Ambon) dan Liang (Kabupaten Maluku Tengah). Proses tender akan dilakukan dalam waktu dekat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.