Tinggalan Era Paleolitik Bertebaran di Seram

Kompas.com - 24/02/2012, 03:58 WIB
Editor

AMBON, KOMPAS - Tinggalan arkeologi sebagai bagian budaya paleolitik banyak ditemukan di Pulau Seram, Maluku. Temuan ini membuktikan bahwa budaya paleolitik sekitar 50.000 tahun lalu berkembang di Maluku, sekaligus menjadi pengetahuan baru penyebaran budaya paleolitik di Indonesia.

Tinggalan arkeologi itu ditemukan tim peneliti Pusat Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Ambon. Mereka meneliti selama delapan hari (15-22 Februari) di 41 titik pengamatan di utara Seram, tepatnya di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat. Titik-titik pengamatan itu di daerah aliran sungai dan gua.

Tim peneliti terdiri atas enam orang, yaitu Jatmiko, Truman Simanjuntak, Fadlan, dan Ngadiran dari Pusat Arkeologi Nasional, sedangkan dua orang lagi, Marlon Ririmasse dan Michael Lahalo, dari Balai Arkeologi Ambon.

Menurut Truman Simanjuntak, tinggalan arkeologi yang banyak ditemukan berupa pecahan atau serpihan bebatuan yang dulu digunakan untuk mengiris/ memotong dan batu inti untuk berburu. Salah satu batu inti itu berbentuk segitiga yang beratnya tiga kilogram.

Jatmiko menambahkan, sisa- sisa budaya paleolitik itu ditemukan di sekitar 20 dari 41 titik pengamatan di Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur. Terbanyak ditemukan di daerah aliran Sungai Waiputih di Maluku Tengah. Ia menduga daerah ini tempat pembuatan alat-alat itu.

”Batu-batu itu terbuat dari jenis bebatuan jasper, gamping kersikan, dan kalcedon dari Gunung Binaya di Maluku Tengah. Batu-batu ini sering digunakan pada masa budaya paleolitik karena kualitasnya bagus, dalam arti sangat keras,” ujar Fadlan.

Menurut Truman, banyaknya temuan ini membuka pengetahuan baru terkait penyebaran budaya paleolitik di Indonesia. Sebelumnya, penelitian budaya paleolitik dan penyebarannya terhenti di Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur, belum sampai ke kawasan timur Indonesia.

Kemungkinan lain

Seiring penemuan tinggalan arkeologi budaya paleolitik di Seram, tak tertutup kemungkinan ada tinggalan serupa di pulau-pulau lain di Maluku. ”Terkait kapan penanggalan pasti dari benda-benda tinggalan arkeologi itu digunakan, butuh penelitian lebih lanjut. Namun, kami memperkirakan barang-barang itu digunakan sekitar 50.000 tahun lalu,” kata Truman.

Sejumlah tinggalan arkeologi dibawa tim untuk diteliti lagi. Nantinya bisa diketahui pola penyebaran homo sapiens tertua dengan budaya paleolitik di Indonesia, penanggalan pasti, asal bebatuan, dan cara-cara manusia pada saat itu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Selain menemukan tinggalan arkeologi budaya paleolitik, tim juga menemukan banyak tinggalan arkeologi yang diperkirakan berasal dari masa neolitik (sekitar 3.500 tahun yang lalu) atau paleometalik (sekitar 2.000 tahun yang lalu). (APA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.