Kompas.com - 20/02/2012, 17:36 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

LONDON, KOMPAS.com — Wilayah laut dalam kini terus dieksplorasi. Lewat penelitian, ilmuwan kini berhasil mengungkap adanya cacing bersisik berpenampakan bagai iblis.

Jenis cacing iblis yang dimaksud adalah golongan Polychaetes. Jenis cacing itu telah berevolusi sehingga bisa tinggal di kedalaman 1.000 meter, yang nyaris tak tertembus sinar matahari.

Cacing iblis memiliki mulut yang menakutkan, bisa ditarik ke dalam dan ke luar. Ukuran cacing ini memiliki ukuran kecil, hanya 2-3 cm.

Cacing ini merupakan salah satu jenis makhluk hidup yang ditemukan di dekat ventilasi hidrotermal, kawasan bawah laut yang berdekatan dengan zona gempa dan gunung api bawah laut.

Spesies cacing iblis ini bergerak menggeliat di dasar laut. Cacing ini memiliki struktur serupa gigi yang membantunya memakan mangsa, berupa bakteri atau organisme yang lebih kecil.

Selain itu, cacing ini juga diketahui membangun simbiosis dengan bakteri. Bakteri mendapatkan permukaan untuk tumbuh sehingga bisa melakukan metabolisme membuat energi dari energi kimia, sementara cacing bisa menikmati energi yang dihasilkan.

Keberadaan cacing ini, kata Daniel Desbruyeres dari I'lfremer, pusat penelitian eksplorasi laut Perancis, menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam begitu kaya.

"Laut dalam adalah salah satu dari habitat paling beragam di Bumi. Namun, persepsi kita yang masih belum berkembang," ungkapnya seperti dikutip Daily Mail, Senin (20/2/2012).

Lebih lanjut. keberadaan cacing iblis juga membuka kemungkinan adanya kehidupan di luar angkasa. Dipercaya, ventilasi hidrotehrmal terdapat di bulan Jupiter, Europa serta Mars.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Oh Begitu
Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.