Kompas.com - 20/02/2012, 14:52 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

PARIS, KOMPAS.com - Cryogenic high-resolution Infrared Echelle Spectrograph (CRIRES) dan Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory (ESO) kini bisa menyuguhkan data yang memungkinkan ilmuwan untuk mengetahui wajah Matahari dilihat dari Pluto.

Pluto diketahui merupakan planet kerdil yang jaraknya 40 kali lebih jauh dari jarak Bumi-Matahari. Benda langit ini sempat dikategorikan sebagai planet di Tata Surya. Karena ukuran dan orbitnya, mulai tahun 2006 Pluto lantas dikategorikan sebagai planet kerdil.

Dengan menganalisis data dari CRIRES dan VLT, ilmuwan mengetahui bahwa Matahari lebih redup 1000 kali jika dilihat dari Pluto. Karena panas yang sampai ke Pluto juga jauh lebih sedikit, permukaan Pluto juga lebih dingin, bersuhu sekitar -220 derajat Celsius.

Ilmuwan juga berhasil menguak lingkungan Pluto dengan data yang sama. Atmosfer Pluto terdiri atas gas metana. Sementara itu, permukaan Pluto mungkin terdiri atas metana beku yang bisa berupa petak kecil maupun lapisan tipis.

Wajah Matahari dan ilustrasi kondisi permukaan Pluto tersebut dibuat dalam bentuk video pada tahun 2009. Meski suhu permukaan Pluto mencapai -220 derajat Celsius, diduga atmosfernya 50 derajat Celsius lebih hangat.

"Dengan banyaknya metana di atmosfer, menjadi sangat jelas mengapa atmosfer Pluo begitu hangat," ungkap Emmanuel Lellouch, peneliti yang terlibat riset ini, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (15/2/2012).

Sementara itu, Hans-Ulrich Kaufl yang juga terlibat penelitian mengungkapkan, "Sangat mengagumkan CRIRES mampu mengukur dengan tepat gas pada objek yang lima kali lebih kecil dari planet kita dan berlokasi di tepian Tata Surya."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena
Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Oh Begitu
Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Oh Begitu
Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Oh Begitu
Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.