Kompas.com - 06/02/2012, 09:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

OREGON, KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan fosil lalat penghisap darah kelelawar. Lalat yang kemudian disebut lalat vampire ini telah lama menjadi parasit kelelawar dan berperan serta dalam menyebarkan malaria kelelawar selama 20 juta tahun. Fosil ini ditemukan di kawasan La Bucara, wilayah di gunung Cirdillera Septentrional di Republik Diminika. Fosil ditemukan di sebuah amber, resin pohon yang telah membatu yang biasanya menjebak serta mengawetkan serangga di dalamnya.

Berdasarkan analisis terungkap, umur lalat vampire itu antara 20-30 juta tahun. Kelelawar yang telah ada sejak 50 juta tahun lalu, maka diperkirakan lalat vampire telah menjadi parasit hampir setengah waktu eksistensi kelelawar. "Lalat kelelawar adalah kasus evolusi spesifik yang luar biasa, hewan yang mengalami co-evolusi dengan kelelawar dan tak ditemukan di mana pun," ungkap George Pinar, pakar hewan daru Universitas Oregon, seperti dikutip Livescience, Sabtu (4/1/2012).

Ada berbagai jenis lalat vampire yang dikenal, masing-masing punya darah favorit dari jenis kelelawar tertentu. Lalat vampire hidup di bulu atau sayap kelelawar, beberapa berkaki dan beberapa tidak, bisa juga bersayap dan tidak. Lalat ini tergolong menjadi dua famili, streblidae dan nycteribiidae. Saat ini, ilmuwan mengetahui bahwa hanya lalat jenis nycteribiidae yang bisa menyebarkan malaria kelelawar. Namun, diduga lalat vampir jenis streblidae juga bisa berperan.

Fosil yang ditemukan merupakan jenis lalat vampire streblidae. Penemuan fosil jenis ini adalah pertama kalinya. Diperkirakan, lalat tersebut meninggalkan kelelawar sejenak untuk kawin namun akhirnya malah terjebak di amber.

Poinar memublikasikan hasil penelitiannya di dua jurnal. Riset tentang kaitan lalat vampire dan malria dipublikasikan di jurnal Parasites & Vectors bulan Desember 2011. Sementara, riset tentang fosilisasi lalat vampire dipublikasikan di Systematic Parasitology bulan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.