Kompas.com - 03/02/2012, 14:12 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

SELANDIA BARU, KOMPAS.com — Udang raksasa yang masuk dalam golongan hewan Crustacea ditemukan di palung laut sedalam 7 kilometer di perairan Selandia Baru.

Makhluk yang ditemukan disebut "supergiant". Hewan ini masuk dalam ordo Amphipoda, kelompok hewan Crustacea yang tak punya karapas dan memiliki kaki dada (thorax) hampir serupa.

Amphipoda memiliki bentuk serupa udang. Biasanya, hewan ini hanya berukuran 2-3 cm. Namun, supergiant yang ditemukan di Palung Kermadec ini berukuran 34 cm, 10 kali lebih besar.

James Jamieson, ilmuwan dari Oceanlab di Universitas Aberdeen, mengatakan, "Ini mirip seperti menemukan kecoa yang ukurannya sebesar kaki."

"Saya berhenti dan berpikir. Apa yang telah saya temukan. Amphipoda ini jauh lebih besar dari yang saya kira," tuturnya seperti dikutip BBC, Kamis (2/2/2012).

Hewan aneh ini ditemukan dengan metode large trap metal dengan bantuan kamera yang dilengkapi pelindung kaca untuk mengatasi masalah tekanan di laut dalam.

Sejumlah 9 spesimen difilmkan dan 7 diambil. Tim yang terlibat adalah dari Universitas Aberdeen di Skotlandia dan National Institute of Water and Atmospheric (NIWA) Research di Selandia Baru.
 
Spesimen terbesar yang diambil berukuran 28 cm. Sementara spesimen terbesar yang berhasil diabadikan dengan kamera berukuran 34 cm.

Peneliti mengungkapkan, amphipoda banyak ditemukan di palung laut yang berukuran lebar dan dalam hingga "terowongan" di lautan yang dalamnya 11 km.

Hewan ini kecil, tetapi sangat aktif. Amphipoda juga dikenal hidup di lingkungan dengan tekanan yang jauh lebih tinggi dari tekanan di permukaan laut.

Nama supergiant dikenalkan pada tahun 1980 ketika menemukan jenis ini di perairan Hawaii. Namun, spesimen yang ditemukan sekarang jauh lebih besar.

Dr Ashley Rowden dari NIWA mengatakan, "Ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak Anda mencari, semakin banyak juga yang Anda temukan."

"Untuk hewan besar dan mencolok dan tak ditemukan dalam jangka waktu lama, ini tanda betapa kecil yang kita tahu tentang kehidupan terdalam dan unik di Selandia Baru," kata Rowden.

Selama beberapa tahun belakangan, ilmuwan selalu dikejutkan oleh temuan kehidupan laut dalam. Kini, selain menemukan amphipoda, ilmuwan juga menemukan isopoda di kedalaman 7,7 km.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X