Kompas.com - 13/01/2012, 17:21 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

SHETLAND SELATAN, KOMPAS.com - Sosok pinguin pirang ditemukan di Kepulauan Shetland Selatan, Antartika. Pinguin tersebut mengejutkan tim National Geographic Journey to Antartica. Demikian dilaporkan oleh naturalis David Stephen.

Piunguin pirang yang ditemukan adalah jenis pinguin chinstrap. Berbeda dengan pinguin chinstrap umumnya yang memiliki bagian belakang warna gelap, pinguin yang ditemukan punya warna kuning kecoklatan atau coklat pucat.

Pakar pinguin Universitas Washington, Seattle, P. Dee Boersma  mengatakan, penyebab pirangnya warna pinguin adalah kelainan genetik disebut isabellinisme, pengurangan pigmen. Kelainan ini pernah dideskripsikan di Marine Ornithology tahun 2009 lalu.

Isabellinisme berbeda dengan albino ataupun leucism. Pada leucism pigmen melanin tidak bisa diproduksi di bulu. Pada albino, pigmen melanin tidak bisa diproduksi di seluruh tubuh. Sementara pada isabelinisme, pigmen berkurang.

"Spesies pinguin sangat jarang memiliki pola warna seperti ini," kata Boersma seperti dikutip National Geographic, Kamis (12/1/2012). Kejadian terbanyak isabellinisme dilaporkan pada pinguin gentoo di Antartika sementara yang paling sedikit pada pinguin magellanic di pantai Amerika Selatan.

Warna normal pinguin sebenarnya adalah bentuk komuflase untuk melindungi diri dari predator. Isabellinisme diperkirakan akan berpengaruh pada survival pinguin, walaupun masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Di luar hal itu, pinguin pirang sebenarnya tak menemukan masalah. Mereka tetap bisa bereproduksi dengan normal.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.