Rekayasa Ekologi untuk Meminimalisasi Risiko

Kompas.com - 11/11/2011, 04:36 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Risiko perpindahan gen tanaman transgenik ke nontransgenik dan resistensi hama tanaman transgenik dapat diminimalisasi dengan rekayasa ekologi. Namun, prinsip tata kelola lahan yang baik ini masih sulit diterapkan di Indonesia.

Guru Besar Ilmu Serangga Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Y Andi Trisyono di Jakarta, Kamis (10/11), mengatakan, perpindahan gen tanaman transgenik ke nontransgenik dapat dihindari dengan mengisolasi tanaman transgenik. Makin jauh jarak tanaman transgenik dan non- transgenik, proses pertukaran gen melalui penyerbukan dapat dihindarkan.

Jarak tanaman transgenik dan nontrangenik dapat mencapai 200 meter. Lahan antartanaman ini dapat ditanami tanaman berbeda jenis, atau tanaman sejenis dengan umur berbeda.

Akan tetapi, resistensi hama tanaman transgenik tak mungkin ditiadakan. Yang bisa dilakukan, meminimalisasi resistensinya.

Caranya, penanaman dilakukan secara selang-seling antara tanaman transgenik dan non- transgenik. Total tanaman transgeniknya 80 persen dan nontransgenik 20 persen dari luas areal tanam.

Tanaman transgenik yang kebal hama tertentu tak perlu mendapat penanganan khusus. Sementara, tanaman nontransgenik yang tak tahan hama yang sama harus ditangani dengan teknologi berbeda, misalnya dengan penyemprotan pestisida.

Teknik ini terbukti mencegah resistensi hama tanaman transgenik di Amerika Serikat meski ditanam selama 14 tahun. ”Sebaliknya, teknik penanaman yang buruk di Afrika membuat tanaman transgenik resisten hama hanya 2-3 tahun sesudah penanaman,” ungkapnya.

Sulit diterapkan

Tata cara penanaman tanaman transgenik yang banyak ini dinilai Andi masih sulit diterapkan di Indonesia saat ini. Lahan petani yang hanya 0,2-0,4 hektar membuat teknik isolasi tanaman transgenik atau penanaman berselang tanaman transgenik dan nontransgenik sulit dilakukan.

Rendahnya pendidikan petani bisa membuat penerapan aturan penanaman tanaman transgenik tak dilaksanakan dengan benar.

Peneliti Balai Penelitian Ternak Kementerian Pertanian Tresnawati Purwadaria menambahkan, salah satu manfaat penggunaan tanaman transgenik adalah menghilangkan penggunaan pestisida tertentu, karena gen tanaman dimodifikasi untuk tahan terhadap hama tersebut. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.