Neil Armstrong Desak Misi ke Bulan

Kompas.com - 25/08/2011, 17:39 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama telah fokus pada upaya menjalankan misi antariksa ke asteroid pada tahun 2015 dan Mars pada tahun 2030. Namun, upaya ini menuai kritik dari Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan. Menurutnya, prioritas misi selanjutnya seharusnya adalah Bulan, bukan Mars.

"Saya tertarik pergi ke Mars tetapi saya percaya ini terlalu sulit dan mahal dengan teknologi yang ada saat ini. Saya memilih untuk kembali ke Bulan. Kita mendarat di sana 6 kali, lalu mengeksplorasi wilayah seluas kota kecil atau sebesar kota besar. Ini akan meninggalkan wilayah seluas 14 juta mil kuadrat yang belum dieksplorasi," kata Armstrong.

Seperti diberitakan Physorg, Rabu (25/8/2011), misi ke Bulan akan menjadi latihan bagi astronot untuk menjalani misi yang lebih jauh ke bagian Tata Surya lain. Menurutnya, dengan latihan di Bulan, para astronot lebih mudah berkomunikasi dengan Mission Control yang ada di Bumi.

Armstrong menjelaskan, kendala misi antariksa adalah komunikasi. Di Mars, penghantaran pesan terganggu karena delay yang mencapai 20 menit, sedangkan di Bulan hanya 1,5 detik. "Saya percaya kita bisa mengatasi masalah itu nanti, kita akan mengupayakan cara untuk mengatasinya, namun kita tidak bisa melakukannya sekarang," kata Armstrong.

Armstrong juga menambahkan, kesulitan dari misi ke Mars adalah waktu tempuh. Perjalanan paling singkat bisa ditempuh dalam 2 bulan jika Mars berada pada titik terdekat dengan Bumi. Meski demikian, jaraknya tetap jauh sehingga membutuhkan banyak bahan bakar sehingga harus dipertimbangkan.

"Waktu terbaik pergi ke Mars adalah saat ia berada di seberang Matahari, sejauh jaraknya bisa memakan bahan bakar yang lebih sedikit dan butuh 7 bulan perjalanan, artinya butuh banyak bekal. Dan ketika tiba di sana, Bumi bergerak dan ada pada posisi tak tepat untuk kembali, hadi Anda harus menunggu bertahun-tahun untuk posisi yang tepat," jelas Armstrong.

Armstrong menuturkan, Mars memang tantangan yang cukup berharga untuk diperjuangkan. Namun, misi ke Mars sangat menyita waktu dan memiliki resiko yang tak ada di Bulan. Ia menyarankan, saat ini lebih baik mengupayakan kembali mengeksplorasi Bulan terlebih dahulu sebelum ke Mars.

Ia menilai, target ke Mars yang ditetapkan NASA mencerminkan tidak fokusnya misi NASA. Ia menilai, NASA juga tidak punya rancangan untuk misi penerbangan manusia di masa depan. Menurut Armstrong, NASA kini bak shuttlecock yang dilempar dalam perang antar lembaga legislatif , eksekutif dan pemerintah Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.