Kodok Mampu Deteksi Aktivitas Seismik

Kompas.com - 08/08/2011, 16:51 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Kodok Bufo bufo dapat mendeteksi peningkatan aktivitas seismik. Mereka akan mengubah perilaku mereka dari modus pembiakan ke modus evakuasi saat mendapati adanya aktivitas seismik. Hal ini dijelaskan dalam Journal of Zoology milik Zoological Society of London.

"96 persen kodok jantan meninggalkan populasinya di kawasan pembiakan lima hari sebelum gempa melanda L'Aquila, Italia," lapor peneliti dari The Open University, Inggris. Lokasi pembiakan itu sendiri berjarak 74 kilometer dari episentrum gempa.

Jumlah pasangan kodok di tempat pembiakan sudah tidak didapati tiga hari sebelum gempa. Tidak ada telur kodok baru ditemukan di kawasan itu sejak kejadian gempa melanda sampai tanggal gempa susulan yang cukup besar. Padahal, kawasan pembiakan tersebut normalnya didominasi pejantan yang tetap berada di sana sejak pembuahan sampai masa bertelur selesai.

Perubahan dari perilaku kodok juga bertepatan dengan gangguan di ionosfer, lapisan elektromagnetik paling atas dari atmosfir bumi yang terdeteksi menggunakan suara radio frekuensi sangat rendah (VLF). Pelepasan radon gas, atau gelombang gravitasi menjelang gempa bumi juga berhubungan dengan perubahan di medan dan arus elektrik di atmosfer. Namun dalam penelitian kali ini, penyebab gangguan terhadap ionosfer tidak dipelajari.

Peneliti juga mengamati perubahan lingkungan lain yang memengaruhi perilaku kodok, termasuk siklus bulan dan perubahan kondisi cuaca juga dihitung. Jumlah kodok di kawasan pembiakan meningkat saat bulan purnama. Tetapi setelah gempa bumi, jumlah kodok yang hadir di sana saat purnama hanya 34 ekor, dibandingkan 67 dan 175 ekor di tahun-tahun sebelumnya.

"Penelitian kami merupakan yang pertama mendokumentasikan perilaku hewan sebelum, ketika, dan setelah gempa bumi terjadi," kata Rachel Grant, ketua tim penelitian tersebut. "Temuan kami mengindikasikan bahwa kodok mampu mendeteksi petunjuk praseismik seperti pelepasan gas dan partikel bermuatan dan menggunakannya sebagai teknis sistem peringatan dini terhadap gempa," ucapnya. (National Geographic Indonesia/Abiyu Pradipa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.