Serpihan Cosmos Ancam Stasiun Antariksa

Kompas.com - 11/07/2011, 21:34 WIB
EditorTri Wahono

HOUSTON, KOMPAS.com - Badan Antariksa AS (NASA) sukses dengan mulus menempatkan pesawat ulang alik Atlantis di Stasiun Antariksa Internasional (ISS), Minggu (11/7/2011). Namun, kini NASA harus menghadapi masalah karena stasiun antariksa terancam ditabrak sampah antariksa.

Sampah antariksa yang mengarah ke ISS merupakan serpihan satelit Cosmos 375 yang diluncurkan Uni Soviet tahun 1970. Satelit tersebut hancur karena bertabrakan dengan satelit lainnya sehingga pecahannya ke mana-mana. Salah satu serpihan tersebut diperkirakan menabrak ISS pada Selasa besok pukul 23.00 WIB, namun tidak diketahui seberapa besar ukurannya.

"Tim berharap dapat mencari informasi pergerakannya setelah proses docking (Atlantis) selesai untuk menentukan apakah perlu dilakukan manuver menggunakan jet pendorong (thruster) untuk menghindari pecahan tersebut," tulis NASA dalam pernyataan resminya.

Antisipasi terhadap tabrakan serpihan satelit itu menjadi perhatian penting tidak hanya karena bisa membahayakan stasiun antariksa. Datangnya pecahan tersebut juga diperkirakan bersamaan waktunya saat para astronot akan melakukan tugas langsung di luar stasiun antariksa atau disebut spacewalk.

Pesawat ulang alik Atlantis yang diluncurkan Jumat minggu lalu merapat ke ISS, Minggu kemarin sekitar pukul 23.07 WIB. Empat astronot yang terbang dengan pesawat tersebut telah melakukan inspeksi rutin untuk memastikan lapisan pelindung pesawat tetap aman untuk pulang ke Bumi setelah misi 12 hari.

Sebelum merapat kemarin, Atlantis juga melakukan manuver berbalik agar para astronot di ISS dapat memotret bagian perutnya untuk memastikan tidak ada lapisan pelindung panas yang terkelupas. Pintu Atlantis dibuka sekitar dua jam kemudian setelah merapat ke ISS dan dua tim astronot bertemu.

Peluncuran Atlantis kali ini mencatat sejarah tersendiri karena merupakan misi terakhir program ulang alik NASA yang sudah berjalan selama 30 tahun. Untuk sementara waktu dalam beberapa tahun ke depan, para astronot NASA akan dikirim dengan roket Soyuz milik Rusia. Selanjutnya, NASA tengah menyiapkan wahana penggantinya yang siap melakukan penjelajahan ke Bulan, Mars, hingga ke asteroid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.