Moyang Beruang Kutub dari Irlandia

Kompas.com - 08/07/2011, 14:40 WIB
EditorA. Wisnubrata

KOMPAS.com - Spesies beruang kutub yang ada sekarang diperkirakan berasal dari satu spesies beruang coklat yang hidup 20.000 - 50.000 di wilayah yang kini dikenal dengan Irlandia. Hal itu dikemukakan dalam publikasi ilmuwan di jurnal Current Biology baru-baru ini.

Para ilmuwan mendapatkan hasil tersebut setelah melakukan analisis DNA Mitokondria dari 242 beruang kutub dan beruang coklat yang masih hidup maupun yang telah memfosil. DNA miktokondria lain dengan DNA inti sel sebab hanya diturunkan dari induk (ibu) ke anakan.

"Kami menemukan bahwa garis ibu (DNA Mitokondria) dari beruang kutub memiliki kesamaan dengan moyang yang relatif baru yang pernah hidup di Pantai Atlantik wilayah Irlandia," kata Daniel Bradley, profesor dari Trinity College, Dublin, yang terlibat dalam penelitian ini.

Beruang kutub berbeda dengan beruang coklat. Beruang kutub memiliki tampakan luar berwarna putih dan karnivora. Sementara, beruang coklat memiliki ukuran yang lebih kecil, hidup di lingkungan yang lebih hangat, berwarna coklat serta memakan tumbuhan dan hewan kecil.

Sebelum penemuan ini, dipercaya bahwa moyang beruang kutub adalah dari Alaska dan hidup sekitar 14.000 tahun yang lalu. Dengan penemuan ini, bukan saja lokasi moyang beruang kutub saja yang berubah, tetapi juga waktu hidup yang mundur ke belakang dengan rentang 6000 - 36.000 tahun.

Hasil penemuan ini menarik sebab dalam beberawa waktu terakhir, hibrida beruang kutub dan beruang coklat ditemukan di wilayah Artik. Para Biolog mengatakan bahwa hibridisasi ini krusial saat es di laut Artik terus mengalami pelelehan.

Beth Shapiro dari Pennsylvania State University yang memimpin studi ini mengatakan, "Beruang kutub dan beruang coklat yang saat ini hibrid di alam liar sebenarnya telah melakukannya dalam kurun waktu 100 ribu tahun terakhir."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Shapiro mengatakan bahwa ilmuwan harus mempertimbangkan kembali upaya konservasi sehingga tidak hanya fokus pada beruang kutub tetapi juga hibridanya. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini hanya ada 20 ribu hingga 25 ribu beruang kutub di alam liar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.