Fobia Bicara di Depan Umum

Kompas.com - 30/06/2011, 07:05 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dok, Saya dikaruniai Allah SWT otak yang cerdas. Sejak kecil juara kelas dan bahkan Alhamdulillah saya lulus S2 dari PTN ternama dengan cumlaude.  Namun saya punya masalah yaitu menderita fobia kalau berbicara di depan umum. Setiap berbicara di depan umum, keringat dingin keluar, pandangan berkunang-kunang, pusing dan nyaris pingsan.

Hal ini sangat mengganggu. Waktu saya seminar thesis, saya sama sekali tidak melihat audiens dan hanya melihat layar presentasi, dengan agak gemetar pada awalnya tapi Alhamdulillah lancar. Saya paling takut jadi pembina upacara, dan saya selalu cari alasan sehingga selalu digantikan. Saya pernah ikut tes kepribadian dan IQ, hasilnya saya kurang bisa interaksi sosial walau IQ saya dikategorikan superior yaitu 121. Saya ingin solusi supaya terbebas dari penyakit ini. Terima kasih, Dok.

(UMMU HIDAYAH SYAHIDAH, 42, Malang)

 

JAWAB :

Ummu yang baik,

Apa yang dialami Ummu mengarah pada suatu kondisi Gangguan Cemas tipe Fobia Sosial. Orang yang mengalami gangguan cemas tipe ini merasa kesulitan untuk berada di depan umum atau suatu kondisi yang membuatnya seolah-olah dinilai oleh orang lain.

Biasanya apa yang dikeluhkan yaitu mengalami gejala-gejala gangguan cemas seperti jantung berdebar, sesak napas, perasaan dada yang berat, ingin buang air kecil atau buang air besar terus, gemetar, keluar keringat dingin atau merasa kepala ringan.

Hal ini terjadi jika orang tersebut dihadapkan pada situasi yang membuatnya merasa ada yang menilai, ada yang memperhatikan, atau berhadapan dengan orang yang lebih tinggi kedudukannya.

Pengobatan yang terbaik untuk kondisi ini adalah proses habituasi, artinya orang tersebut dihadapkan pada kondisi tersebut baik secara imajiner terlebih dahulu atau langsung dihadapkan pada kondisi yang membuatnya cemas.

Selain itu, terapi kognitif yang mengubah pemikiran tentang kondisi yang mencemaskan itu. Tujuannya, agar pikiran kita beradaptasi dengan hal mencemaskan itu dan mengubah respon pikiran kita terhadap kondisi yang mencemaskan menjadi lebih nyaman.

Solusi ini terkadang memerlukan pengobatan dengan obat antidepresan untuk mempercepat proses. Segera cari bantuan untuk mengatasi masalah ini, karena seringkali masalah ini bisa menghambat karier anda ke depan.

Salam Sehat Jiwa !



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X